[Suggest] Point Attitude Untuk Owner & Freelancer Yang Bergabung

  1. 3 years ago

    Jadi ceritanya begini...

    Saya sudah 2 kali nih, kena ZONK karena

    1. Komunikasi dengan Owner yang tidak pada tempatnya (Yes, its my fault)
    2. Komunikasi dengan Owner Tanpa Bukti (By Phone)
    3. Ketemu Owner yang Attitude-nya Kurang Baik.

    Nomor 1 dan Nomor 2, kita pinggirin dulu yah.. Kita ngomongin dulu yang point ke 3.

    Pada 2 kejadian, Owner yang saya temui, sebegitu nyata melakukan push terhadap saya, sehingga memaksa saya untuk melakukan basa basi dengan menahan hati geram.. Kalau Kang Wawan bilang mah, solusinya bisa segera mungkin dengan mengambil wudhu.. Tapi saya beranggapan lebih dari itu.

    Saya bersyukur ada Projects.Co.Id , bisa jadi tempat untuk teman teman mencari nafkah, tapi harusnya team arbitrase juga bisa melakukan tindakan yang sedikit heroik untuk menjaga quality dari Projects.Co.Id

    Contoh kasus :
    Ini kasus tadi pagi - Si Owner udah ngobrol dengan saya panjang lebar via whatsapp dan line telepon. Dari ba'da maghrib sampai jam 07.30. Hasil percakapan sudah deal, namun saya tunggu sampai jam 09.30 tidak kunjung ada kabar, saya tinggal tidur :D tapi pagi - paginya si owner bilang mau mengganti project dengan dana yang sama.. Yang sudah jelas menurut saya, pekerjaan akan lebih lama 50% durasinya dari perhitungan sebelumnya..

    Yang namanya owner, bebas bebas saja sih keinginan, tapi ketika dia melakukan pemaksaan halus dengan bilang "Duit udah di projects.Co.Id logh.. " rasanya sesuatu banget.. Ilustrasi mudahnya, masak iya bangun rumah bangunan 21 dengan bangunan 48 harganya sama ?

    Terus saya bilang "Tarik Aja" :D *sukur ada pengalaman arbitrase*

    Saya tidak bermaksut untuk mengeluh (percayalah :D)
    Malah saya memberikan masukan nih buat teman teman di Projects.Co.iD.

    1. Kalau owner punya portofolio, darimana kita (freelancer) bisa menentukan yang bersangkutan (owner) itu qualified?
    2. Kalau capek, semua pekerjaan pasti capek. Tapi kita sekarang ngomongin sistem. Udah jelas - jelas attitude ownernya kurang baik (tolong koreksi dari segi mana saya bisa melihat kebaikan dari owner pada case diatas).

    Mengapa di arbitrase, point dia 0, point saya juga 0?

    Saya tau, mungkin ini sebagai salah satu growth hacking dari Projects.Co.Id supaya user banyak, supaya owner juga sering membuat thread, tapi kalau semua owner kaya gitu, wah... Bisa mundur teratur deh :D
    Tolak ukurnya kenapa saya bisa ngomong gini adalah, terlalu banyak juga, owner yang

    1. Lebih banyak ngomong, mimpi serta cita cita yang luhur, daripada budget uang jajan.
    2. Eksploitasi freelancer utk window shopping utk kebutuhan owner
    3. Dari 100% public project dibuat, berapa persen yang benar benar di closed karena sudah ada dealment?

    Segitu dulu.. Please kesampingkan kacamata yang diluar cara kerja profesional dithread ini.

  2. Admin5

    11 Feb 2016 Administrator

    Hello, Om @valuemedia :)

    @valuemedia Saya tidak bermaksut untuk mengeluh (percayalah :D)
    Malah saya memberikan masukan nih buat teman teman di Projects.Co.iD.

    1. Kalau owner punya portofolio, darimana kita (freelancer) bisa menentukan yang bersangkutan (owner) itu qualified?

    Saat ini palingan dari rating dan feedback dari past projectsnya. Lihatnya di halaman profil si owner tersebut.

    Untuk berikutnya akan ada Commitment Rate yang menginformasikan berapa % owner ini memilih worker (accept bid) versus projectnya dia yang sudah dipublish tapi berakhir no action (tidak memilih bid sama sekali).

    2. Kalau capek, semua pekerjaan pasti capek. Tapi kita sekarang ngomongin sistem. Udah jelas - jelas attitude ownernya kurang baik (tolong koreksi dari segi mana saya bisa melihat kebaikan dari owner pada case diatas).
    Mengapa di arbitrase, point dia 0, point saya juga 0?

    Dalam kasus arbitrase yang berakhir pada keputusan tim arbitrator Projects.co.id , siapa mendapat berapa point dan siapa mendapat berapa % dana memang sepenuhnya diputuskan oleh tim arbitrator. Mohon maaf ya Om jika keputusan arbitrase tidak dapat memuaskan semua pihak.

    Saya tau, mungkin ini sebagai salah satu growth hacking dari Projects.Co.Id supaya user banyak, supaya owner juga sering membuat thread, tapi kalau semua owner kaya gitu, wah... Bisa mundur teratur deh :D

    Dalam setiap kasus arbitrase, ane dapat pastiin kita nggak memihak ke pihak manapun sih. Kita nggak memihak ke owner (dengan alasan "growth hacking" seperti diatas ataupun alasan-alasan lain). Kita juga nggak memihak ke worker/freelancer (dengan alasan jika worker dapat duit, kita juga dapat duit --> fee kita kan dihitung dari berapa yang dihasilkan oleh worker, ataupun alasan-alasan lainnya). Keputusan arbitrase kita semata-mata dari bukti/log transaksi.

    Tolak ukurnya kenapa saya bisa ngomong gini adalah, terlalu banyak juga, owner yang

    1. Lebih banyak ngomong, mimpi serta cita cita yang luhur, daripada budget uang jajan.
    2. Eksploitasi freelancer utk window shopping utk kebutuhan owner
    3. Dari 100% public project dibuat, berapa persen yang benar benar di closed karena sudah ada dealment?

    Segitu dulu.. Please kesampingkan kacamata yang diluar cara kerja profesional dithread ini.

    Klo ketemu project yang belum sesuai, coba sambil dicari-cari lagi ya Om, atau ditunggu aja, mudah-mudahan kemudian ada project yang sesuai :)

  3. 7 months ago
    Deleted 7 months ago by devitaretno
  4. Setuju sekali kalau point attitude owner harus jadi perhatian juga.. Selama ini workerlah yang kena kalau attitude nya dianggap tidak berkenan oleh worker.soalnya saya baru saja juga mengalami hal yang membuat tdk nyaman dengan owner.

  5. Admin4

    25 Sep 2018 Administrator

    Hai @devitaretno
    Sebaiknya memang dilihat terlebih dulu history dari owner tersebut. Untuk melihat history owner bisa melalui:
    Services > Browse User > Searching > klik username > Peer Reviews as owner

  6. 5 months ago

    Untuk berikutnya akan ada Commitment Rate yang menginformasikan berapa % owner ini memilih worker (accept bid) versus projectnya dia yang sudah dipublish tapi berakhir no action (tidak memilih bid sama sekali).

    Ini saya setuju om admin. di game semisal dota pun ada angka yg menunjukkan seberapa sering si pemain meninggalkan ruang permainan (alias leaver) biasanya leaver2 ini suka out dari room krn timnya kalah telak.

    nah di projects.co.id ini bisa juga donk ditampilin statistik semacam itu, dimana ada informasi thd owner ttg rate projects yang deal berbanding dgn projetcs yg dipublish.

    harapannya juga ini bermanfaat buat freelancer yg bereputasi sbg pertimbangan mem-bid project. sedangkan utk yg rate kecil bisa buat kami2 ini yg masih newbie :D lumayan kan bwt ngumpulin reputasi dulu buat para newbie

  7. saya pernah mengalami kondisi seperti bro @valuemedia.
    Kalau mau di lihat2 mungkin masih ada pada diskusi2 paling bawah.

    Awalnya saya mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh owner, tapi ada satu titik di mana Owner meminta pekerjaan lebih dari yang dijabarkan pada deskripsi pekerjaan, dan saya memutuskan untuk tidak melanjutkan dan melakukan arbitrase (karena tidak sesuai dengan nilai pekerjaan)

    setelah arbitrase, tim mengembalika semua uang kepada Owner, ( saya tidak masalah). Tapi point yang saya dapat, malah lebih kecil dibandingkan point yang diberikan kepada Owner, dengan alasan, saya tidak mengerjakan secara tuntas pekerjaan itu. ( Kalau saya bersedia mengerjakan tuntas mah, saya engga usah melakukan arbitrase bos.... haduh)

    Ya sudah, namanya juga keputusan sepihak dan tidak di dukung dengan tim yang benar2 ahli dan mengerti. ya... terima sajalah.... itu namanya nasibbbb..... hahaha

  8. Admin4

    Dec 20 Administrator

    Halo @Trisnoy
    Gimana kabarnya sudah lama tidak jumpa Om Trisnoy :)
    Kesempatan ini kami cuma ingin meluruskan saja dari informasi yang disampaikan oleh Om Trisnoy, dengan harapan hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi user lainnya.
    Berdasarkan catatan yang ada, Om Trisnoy ada dua kali arbitrase dari 14 (empat belas) project yang berhasil dimenangkan.

    • Pada arbitrase pertama tim arbitrator memutuskan worker Trisnoy mendapatkan 5 bintang dengan 50 poin dimana dana 100% diserahkan kepada worker Trisnoy. Sementara owner hanya mendapatkan 4 bintang dan 25 poin.
    • Pada arbitrase kedua tim arbitrator memutuskan worker Trisnoy mendapatkan 2 bintang dan 0 poin, sementara owner mendapatkan 4 bintang dan 0 poin. Perlu diketahui bahwa keputusan ini lebih disebabkan pengajuan arbitrase oleh worker Trisnoy dinilai sangat terburu-buru. Project kami lihat masih dalam tahap proses pengerjaan tetapi secara mendadak worker mengajukan arbitrase. Pada tanggal (06/11/2015 13:04:17 WIB) worker masih meminta nomor kontak owner demi kelancaran pekerjaan, tetapi pada hari yang sama (06/11/2015 17:11:01 WIB) tiba-tiba worker mengajukan arbitrase. Pada riwayat percakapan sebelumnya tim arbitrator juga tidak menemukan adanya keluhan/keberatan dari pihak worker Trisnoy semua tampak sangat baik-baik saja, sampai pada akhirnya worker Trisnoy meminta nomor kontak owner dan tidak lama kemudian worker Trisnoy mengajukan arbitrase.

    Untuk kasus seperti ini jika owner meminta spesifikasi project diluar dari spesifikasi yang sudah disepakati sebelumnya, maka ada cara yang bisa dilakukan oleh worker, worker bisa mengajukan penambahan nilai project terhadap permintaan owner tersebut dengan cara owner membuat project tambahan dari project sebelumnya, dari permintaan ini ada 3 (tiga) opsi yang bisa terjadi:

    • Owner setuju dengan permintaan worker dan project berlanjut.
    • Owner menolak permintaan worker lalu worker mengajukan arbitrase karena tidak terjadi kesepakan lanjutan.
    • Owner menolak permintaan worker lalu worker menyelesaikan pekerjaan awal berdasarkan spesifikasi yang sudah disepakati sebelumnya, nanti hasil kerja worker ini akan dinilai oleh tim arbitrator berdasarkan informasi yang ada. Sehingga menjadi sangat penting adanya kejelasan dari spesifikasi project yang dikerjakan. Jika spesifikasi project tidak jelas maka bisa jadi keputusan arbitrase akan merugikan salah satu pihak.

    Jika owner dan worker melakukan komunikasi diluar dari fasilitas yang ada, seperti melalui Percakapan by Phone/WA/IG/FB/lainnya, maka semua komitmen yang terjadi harus dituangkan kembali pada fasilitas Show Thread, karena informasi ini akan sangat melindungi worker maupun owner jika terjadi arbitrase.

  9. Hehehe... lama tak berdiskusi dengan tim @Admin4 nih....
    Ok gan, mudah2an ini semua menjadi pembelajaran bagi kita semua dalam hal tim arbitrase mengambil keputusan, sehingga kita lebih tahu harus bertindak apa jika kelak ada masalah yang sama di kemudian hari.

    Sukses terus ya buat projects.co.id

to reply!