Arbitase dan Bagaimana Owner "Ketagihan" Karenanya

  1. 8 months ago

    Ini mungkin lebih kepada curhat dan hasil pengamatan dan pengalaman yang saya temukan sepanjang saya menjadi freelancer di Projects.co.id dan mungkin terjadi juga di marketplace2 yang lain. Dan tidak dapat dipungkiri dan dapat saya simpulkan sendiri, langkah Arbitase adalah langkah yang ditakuti oleh semua Worker tanpa terkecuali, bahkan buat yang memiliki reputasi bagus dan ahli sekalipun. Mereka yang takut pada arbitase justru mereka yang merasa benar-benar sudah mengerjakan. Apa sebabnya?

    1. Worker harus menggali dan mencari bukti-bukti untuk memperkuat sanggahan atau perlawanan dari klaim yang dilontarkan owner, lepas dari itu dia harus siap-siap menerima klaim owner atau berakhir kalah dengan reputasi jatuh / point berkurang;
    2. Mungkin belum valid, bahwa persentase kemenangan worker jauh lebih kecil dibanding kemenangan owner dalam proses ini;
    3. Mungkin tidak sepenuhnya benar bahwa kerugian owner hanya kehilangan waktu yang berharganya, sementara kerugian worker adalah waktu, pendapatan, tenaga, dampak psikologi, biaya-biaya yang dikeluarkan saat mengerjakannya;

    Ini dari sudut pandang worker, lalu bagaimana kalau ini dilihat dari kaca mata owner? Saya tidak sedikit menemukan owner memiliki aktivitas banyak menempuh jalan arbitase. Bahkan saya menjumpai sendiri owner dengan semua project berakhir arbitase. Saya juga penasaran menelusuri kembali semua arbitase yang dimenangkannya, termasuk juga para worker yang diarbitase yang ternyata tidak ada aktivitas online setelah itu (dampak psikologi/trauma?).

    Dari pengamatan itu, lalu saya menemukan indikasi kuat beberapa (tidak semua) owner sengaja menempuh jalur ini untuk berhemat atau mendapat service gratis. Kok bisa setega itu? Ya karena mungkin pintarnya dia memanfaatkan keluguan dan kepercayaan kita dan celah dari sistem itu sendiri. Tidak hanya owner sih, worker juga ada yang nakal. Namun mungkin yang perlu ditekankan dalam hal ini adalah perlunya perbaikan serta kewaspadaan yang dibangun oleh semua pihak, baik projects.co.id , owner, maupun worker, yang antara lain sbb :

    1. Terdapat celah waktu tak terhingga di waktu respon owner pada klaim report done worker. Projects.co.id mungkin tidak tahu komunikasi intens yang mungkin terjadi antara owner dan worker dalam upaya worker mendapatkan segera hasil jerih payahnya. Bisa jadi sampai mengemis, seperti menunggu kekasih menjawab telepon/chatnya, meminta segera tanggapan dan revisi, menuruti permintaan owner diluar task yang diminta, dst. Usul saya ada countdown yang jelas maksimal owner merespon dan apa konsekwensinya.

    2. Worker harus tahu dengan jelas kapan mundur dan terus. Ini adalah celah yang bisa dimanfaatkan owner nakal untuk menjatuhkan talak/arbitase pada project itu dan berakhir dengan kemenangannya. Sebagai contoh saja, owner minta disetupkan server di google cloud, tapi ada kendala tidak terhandel yang berakhir pada penggunaan server diluar google cloud. Pekerjaan worker sudah selesai disetup server tersebut tapi bukan di google cloud. Projects.co.id saya rasa tidak bisa disalahkan atas keputusannya mengingat hasil yang ditemukannya.

    3. Owner yang saking tahunya pada project yang dibuatnya adalah owner yang berbahaya karena sudah tahu celah yang bisa dimanfaatkannya. Dia bisa menyisipkan task-task tambahan dengan menempatkan jebakan di task akhir. Pastikan worker tidak hanya asal bid dan berakhir hanya membuang waktu dan tenaga saja pada project yang sudah diketahui akan gagal dipenghujungnya. Pastikan tanyakan detil pada project yang ngambang atau irit deskripsi, dan cermati semua list pada project yang sangat mendetil task-tasknya. Negosiasilah pada waktu itu, bukan setelah project berjalan. Tinggalkan saja project yang minta 100% baru bisa cair.

    4. Projects.co.id perlu mencermati adanya indikasi ini. Semoga dengan tulisan ini projects.co.id juga mendapatkan masukan berharga terkait bagaimana keputusan arbitase akan dibuat terhadap owner yang punya ciri khas itu dan terlalu banyak menggunakan langkah ini. Tidak sedikit worker asal terima hasil arbitase lantaran takut menempuhnya dan membayangkan kerugian yang ditimbulkannya bila kalah, jadi kebijakan hukuman juga perlu ditinjau ulang.

    Demikian panjang lebar tulisan ini saya lempar ke forum. Semoga menjadi masukan dan wawasan berharga bagi kita semua agar Projects.co.id yang kita cintai ini lebih baik dan dapat mengayomi dan adil ke semua pihak.

    Terima kasih.

  2. Saya punya pengalaman yg buruk juga soal arbitrasi. Saya pernah mengerjakan project data entry. Saya begadang semalaman untuk mengerjakannya. sampai pagi selesai dan saya laporkan selesai. harganya tidak banyak hanya 60,000. kemudian si owner mengatakan bahwa datanya belum sesuai dengan file excel yang dia berikan. Dan saya cross check ulang lagi. Saya screenshoot data yg ada di web info dan web admin semuanya sesuai. tetapi si owner mengatakan datanya belum sesuai dan menginput sendiri.
    Kemudian dia mengajukan arbitrasi katanya pekerjaan tidak beres. Dan si owner memberikan penawaran saya terima 20,000 dan dia terima 40,000. Saya tetap respon dengan pembelaan saya, dan saya tetap minta full payment. karena saya merasa sudah mengerjakan sesuai dengan deskripsi pada projectnya.Si owner menuduh saya membuat skenario supaya bisa menang arbitrasi. Dan saya sudah memberikan semua bukti ke project.co.id , tetapi sudah hampir 2 minggu belum ada keputusan dari project.co.id.
    Saya cuma bilang sama si owner saya tidak perlu skenario apapun untuk mengclaim hasil kerja saya, kalaupun saya kalah di arbitrasi, semoga uang 60,000 tersebut bisa bermanfaat buat si owner.
    Lebih baik, saya tidak mendapatkannya karena kalah arbitrasi daripada saya terima 20,000 seolah2 saya mengakui bahwa saya yg salah. miris memang.

  3. Semua pengalaman harus diambil hikmahnya, tapi dalam mengerjakan sesuatu kita harus bisa mengesampingkan pengalaman buruk yang lalu dan kembali dari 0 dengan prasangka baik dan bekerja secara optimal pada project yang baru. Ini memang sulit tapi bukan tidak mungkin dengan niat yang baik maka owner yang baru didapat juga menangkap niat dan usaha baik itu sehingga jadi long term relationship. Kewaspadaan perlu tapi jangan pukul rata pada keburukan segelintir orang itu.

  4. Deleted 8 months ago by manakreatif
  5. Admin4

    10 Oct 2020 Administrator
    Edited 8 months ago by Admin4

    Halo
    @manakreatif
    @DamianNK
    Terimakasih ya atas masukan yang berharga ini.
    Kita memang sulit sekali mengetahui mana user yang memang mempunyai itikad baik dan mana user yang hanya sekedar berusaha mengambil kesempatan untuk menimbun keuntungan sepihak.
    Dari pengalaman yang kami dapatkan selama ini, hal yang terpenting adalah dokumentasi, artinya semua pihak owner ataupun worker harus bisa melakukan dokumentasi dari kerjasama yang terjalin. Pastikan bahwa dokumentasi tersebut akan memberikan gambaran kronologis dari project yang dimaksud.

    Idealnya ketika melakukan penawaran project dan ketika sudah terjadi kesepakatan, maka semua kesepakatan yang ada bisa didokumentasikan secara lengkap sejak awal pada fasilitas Thread.
    Begitu juga semua kesepakatan yang terjadi diluar sistem projects.co.id harus didokumentasikan, sebagai langkah antisipasi, owner maupun worker bisa melampirkan bukti komunikasi terbut pada proses arbitrase yang terjadi.

    Terkadang ada worker yang lebih berorientasi bagaimana caranya memenangkan project, worker mencantumkan penawarannya dengan statement "Revisi Tanpa Batas", bagi worker yang melakukan hal ini harus disadari, ketika terjadi arbitrase dan arbitrase tersebut dikarenakan ketidakpuasan owner terhadap hasil kerja worker, maka sudah bisa dipastikan bahwa dana akan dikembalikan kepada owner.

    Tidak sdikit pula pada arbitrase yang terjadi dimana owner tidak puas dengan hasil kerja worker, dengan alasan hasil kerja worker tidak sesuai dengan kesepakatan yang ada. Tetapi beradasarkan hasil pemeriksaan tim arbitrator terhadap hasil kerja worker dan dari dokumentasi yang disampaikan worker maka tim arbitrator menyatakan bahwa hasil kerja worker sudah bisa difungsikan sebagaimana mestinya dan sudah sesuai dengan requirement yang ada. Akhirnya dana project diserahkan secara full kepada worker dan worker mendapatkan reputasi excellent dan kepada owner diberikan reputasi Netral.

    Jadi dalam hal arbitrase tim arbitrator akan memutuskan berdasarkan dokumen yang ada. Jika owner merasa tidak puas dengan hasil kerja worker dan worker hanya menyangkal dengan argumentasi bahwa worker sudah menyelesaikan pekerjaannya tetapi worker tidak melampirkan bukti hasil kerjanya, maka bisa dipastikan worker akan dinyatakan bersalah, dana akan dikembalikan sepenuhnya kepada owner.

    Menurut hemat kami sepertinya tidak perlu ada pemikiran buruk "Apakan owner ini" atau "Apakah worker ini", berniat tidak baik? Karena menurut pengalaman kami hal ini tidak penting. Yang terpenting adalah Anda bisa mendokumentasikan semua kasepakatan yang terjadi dan mendokumentasikan semua hasil kerja Anda, pastikan bahwa dokumentasi tersebut akan bisa memberikan gambaran konkrit bagi tim arbitrator jika terjadi perselisihan.

  6. Deleted 8 months ago by Admin4
  7. Deleted 8 months ago by Admin4
  8. saya mungkin adalah worker yang agak sering juga bertemu prihal arbitrase ini. kira ada beberapa poin terkait arbitrase yang saya alami:

    1. Saya yang meminta projects dihentikan oleh Owner lewat arbitrase karena saya menganggap projects melenceng jauh dari yang seharusnya. atau terlalu banyak permintaan tambahan dari owner.
    2. Saya yang mengusulkan arbitrase karena antara deskripsi kerja dengan kondisi di lapangan ternyata menghadapi masalah yang berbeda. sehingga saya tidak mampu menyelesaikannya. (beruntung beberapa owner memang punya jiwa leader sehingga tetap menyemangati dan bahkan ada yang turut dan mau berjibaku dengan problem tersebut sehingga arbitrase urung dilakukan).
    3. Saya mengusulkan arbitrase karena memang sudah terlalu lama jangka waktu tidak ada respon dari Owner saaat project berstatus "done". Ketika ini terjadi saya tidak berpikir lagi tentang poin. Tapi lebih kepada melalui arbitrase setidaknya saya terbantu untuk terhubung dengan ownernya kembali.
    4. Ada juga owner yang memang gak segan2 ngajuin arbitrase dikarenakan salah persepsi, human error yang minor, dan sedikit terlambat dari schedule. saya pribadi, jika menghadapi sebuah project ternyata saat dikerjakan (di lapangan) berpotensi melebihi estimasi waktu yang disepakati di awal, pasti akan saya report dulu ke ownernya. untuk poin ini saya pikir merupakan resiko yang mesti ditanggung.

    Dari semua poin tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah hal yang terpenting. Bahkan untuk project kecil sekalipun. salah satu saja pihak komunikasinya mandek, itu akan berefek pada pekerjaan itu sendiri.

    Tentunya hal yang paling buat saya kesal adalah kalau ketemu dengan projects seperti pada poin pertama. daripada ngawur jalannya mending gak sama sekali. biarlah gak dapet poin dan budget hilang. oleh karena itu, khusus untuk poin pertama, saya selalu minta detil teknis pekerjaan jika deskripsinya saya anggap belum menjelaskan.

    itu pengalaman saya.

  9. 7 months ago
    Deleted 7 months ago by anggachristian
  10. Deleted 6 months ago by anggachristian
  11. Admin4

    28 Oct 2020 Administrator
    Edited 7 months ago by Admin4

    Halo @anggachristian
    Juga kepada rekan-rekan worker lainnya, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk menghindari kerugian yang bisa terjadi ketika terjadi arbitrase.

    Arbitase dan Bagaimana Owner "Ketagihan" Karenanya

    Statement tersebut mungkin ada benarnya tapi juga tidak selalu benar. Mungkin ada beberapa owner yang memang mencoba memanfaatkan peluang tersebut, tapi kami jamin jika worker mempunyai jurus sakti maka owner tidak akan bisa melakukan kesempatan tersebut.
    Ada prinsip dasar yang mesti worker fahami ketika memenangkan project "Bahwa worker bisa menyelesaikan pekerjaan yang dimenangkannya" Jika worker tidak yakin bisa menyelesaikan project yang ada maka sebaiknya worker jangan memaksakan diri untuk menerima project tersebut.
    Oleh karena itu pada proses arbitrase ada prinsip dasar yang harus difahami worker:

    Penyelesaian sebagian dari pekerjaan bukan berarti pula worker berhak mendapatkan dari sebagian budget project, karena komitmen yang ada adalah worker bisa menyelesaikan pekerjaan sampai selesai, kecuali jika owner bersedia memberikan apresiasi terhadap kinerja worker dan/atau berdasarkan analisa dari tim arbitrator berdasarkan bukti hasil kerja yang dilampirkan worker.

    Adalah hal yang lumrah ketika worker mengerjakan project, ada yang menjadi acuan dari apa yang dikerjakan worker tersebut, dan acuan tersebut adalah apa yang menjadi kebutuhan owner.
    Ketika worker mengerjakan project berdasarkan apa yang diinginkan owner dan worker mendokumentasikan semua kesepakatan yang terjadi maka ketika worker bisa menyelesaikan pekerjaannya berdasarkan spesifikasi yang telah disepakati, maka worker pasti dibayar meskipun owner menolak hasil kerja worker.
    Jadi hanya ada dua jurus yang harus dimiliki worker:

    • Pertama: Worker harus bisa menyelesaikan pekerjaannya berdasarkan requirement yang sudah disepakati, dan hasil kerja worker harus bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu worker harus melampirkan seluruh hasil kerjanya dan worker harus memastikan bahwa lampiran hasil kerja worker akan bisa ditest oleh tim arbitrator projects.co.id , jika perlu worker menyertakan petunjuk serta perangkat apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan test terhadap hasil kerja worker tersebut.
    • Kedua: Worker harus mempunya dasar hukum berupa bukti valid bahwa hasil kerja worker tersebut berdasarkan kesepakatan yang terjadi (harus disertai bukti valid)

      Bukti valid disini berupa kesepakatan yang terjadi yang dituangkan pada Show Thread, bisa berupa screenshoot yang bisa memberikan gambaran adanya kesepakatan dari project tersebut.

    Situasi yang sering terjadi pada proses arbitrase dan berakibat worker tidak menerima bayaran, seperti:

    • Worker hanya menyelesaikan sebagian dari pekerjaannya dengan alasan terlalu banyak permintaan atau perubahan dari owner. Ingat pernyataan diatas.
    • Worker tetap menyelesaikan pekerjaannya tetapi tidak didukung dengan bukti yang valid.
    • Worker menyatakan sudah menyelesaikan pekerjaannya tetapi worker tidak melampirkan bukti hasil kerjanya

      Tanpa bukti hasil kerja maka worker akan dianggap tidak mengerjakan project. Pernyataan apapun yang worker buat tidak akan menjadi pertimbangan pada keputusan yang akan diberikan.

    • Ada pernyataan worker yang bersifat unlimited, seperti "Revisi tanpa batas", "Siap mengerjakan project sampai owner puas", dll.
    • Worker merasa kecewa dikarena budget project tidak sesuai dengan beban project sehingga worker protes, dan terkadang worker tetap menginginkan bayaran atas apa yang telah dikerjakannya.

    Kepada rekan-rekan worker mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat untuk menghindarai hal-hal yang tidak diinginkan. Projects.co.id akan bersikap secara profesional dan proporsional terutama pada proses arbitrase yang terjadi, dan semua dilakukan secara transparan.

  12. Hai, perkenalkan saya Ricky, saya baru bergabung dengan projects.co.id. Sebelumnya saya freelancer di 99designs, guru, dan freelancer.com , dimana pada platform tersebut, pekerjaan dilakukan secara profesional dan sistematis, owner akan memberikan deskripsi pekerjaan dengan jelas, dan worker mengerjakan sesuai deskripsi pekerjaan. Bahkan di 99designs, worker memberikan sample design 1 sampai 3 sample design terlebih dahulu, sebelum memenangkan bid (bid dilakukan tertutup), benar benar kompetitif, ketika bid sudah dimenangkan, maka waktunya untuk memoles design kita sesuai kebutuhan owner.

    Sebaiknya teliti melhat deskripsi pekerjaan yang ditawarkan owner, misal finish day 7 hari, kita bisa bid selesai 3-5 hari, 2 hari spare untuk revisi dan review. Projects.co.id harus memastikan projects sudah closed/selesai dalam waktu 7 hari tersebut. Jadi tidak ada istilah worker "revisi tanpa batas", it's stupid. Owner dan worker diharapkan bisa profesional dalam menawarkan dan mengerjakan setiap project. Jika dalam 7 hari tersebut, owner tidak merespons, maka worker dibayar sesuai harga, jika worker tidak bisa menyelesaikan (selesai ya, bukan sebagian, lalu meminta bayaran) pekerjaan dalam 7 hari, atau tidak melampirkan progress, maka pembayaran dikembalikan ke owner (bisa dikembalikan dalam bentuk deposit owner). Menurut saya, timing sangat penting disini.

    Sebelum bid, bisa kita tanyakan deskripsi jelas pekerjaan dan worker bisa memberikan gambaran deskripisi pekerjaan yg sesuai dengan keinginan owner, scope of work istilahnya. Jangan memulai bid, sebelum jelas scope of work nya, message di platform porjects.co.id dapat dijadikan bukti. Teliti sebelum membeli, teliti sebelum menjual. Sebagai worker kita menjual quality, sebagai owner membeli quality.

    Semoga projects.co.id dapat menjadi best platform untuk para freelancer di Indonesia dan menjembatani profesionalitas antar owner dan worker. Remember, you pay peanut, you get monkey. Reputasi dan kepercayaan yang dibangun antar owner dan worker itu penting. Daripada ribut hanya karena project senilai 100 - 200 rb, mending ikhlasin.

    Dan sebagai worker harus lebih profesional dalam menyerahkan dokumen pekerjaan, sesuai gambaran yang dihimbau projects.co.id , adanya watermark, low quality, dll.

    Lebih baik fitur arbitrase dikelola dengan profesional oleh projects.co.id , ini menjadi reputasi projects.co.id juga untuk kedepannya. Finish day dan deskripsi pekerjaan dengan jelas dan sistematis (bullets point) itu sangat penting, jadi worker bisa melakukan work dan time management-nya secara profesional.

  13. Hai, perkenalkan saya Ricky, saya baru bergabung dengan projects.co.id. Sebelumnya saya freelancer di 99designs, guru, dan freelancer.com , dimana pada platform tersebut, pekerjaan dilakukan secara profesional dan sistematis, owner akan memberikan deskripsi pekerjaan dengan jelas, dan worker mengerjakan sesuai deskripsi pekerjaan. Bahkan di 99designs, worker memberikan sample design 1 sampai 3 sample design terlebih dahulu, sebelum memenangkan bid (bid dilakukan tertutup), benar benar kompetitif, ketika bid sudah dimenangkan, maka waktunya untuk memoles design kita sesuai kebutuhan owner.

    Sebaiknya teliti melhat deskripsi pekerjaan yang ditawarkan owner, misal finish day 7 hari, kita bisa bid selesai 3-5 hari, 2 hari spare untuk revisi dan review. Projects.co.id harus memastikan projects sudah closed/selesai dalam waktu 7 hari tersebut. Jadi tidak ada istilah worker "revisi tanpa batas", it's stupid. Owner dan worker diharapkan bisa profesional dalam menawarkan dan mengerjakan setiap project. Jika dalam 7 hari tersebut, owner tidak merespons, maka worker dibayar sesuai harga, jika worker tidak bisa menyelesaikan (selesai ya, bukan sebagian, lalu meminta bayaran) pekerjaan dalam 7 hari, atau tidak melampirkan progress, maka pembayaran dikembalikan ke owner (bisa dikembalikan dalam bentuk deposit owner). Menurut saya, timing sangat penting disini.

    Sebelum bid, bisa kita tanyakan deskripsi jelas pekerjaan dan worker bisa memberikan gambaran deskripisi pekerjaan yg sesuai dengan keinginan owner, scope of work istilahnya. Jangan memulai bid, sebelum jelas scope of work nya, message di platform porjects.co.id dapat dijadikan bukti. Teliti sebelum membeli, teliti sebelum menjual. Sebagai worker kita menjual quality, sebagai owner membeli quality.

    Semoga projects.co.id dapat menjadi best platform untuk para freelancer di Indonesia dan menjembatani profesionalitas antar owner dan worker. Remember, you pay peanut, you get monkey. Reputasi dan kepercayaan yang dibangun antar owner dan worker itu penting. Daripada ribut hanya karena project senilai 100 - 200 rb, mending ikhlasin.

    Dan sebagai worker harus lebih profesional dalam menyerahkan dokumen pekerjaan, sesuai gambaran yang dihimbau projects.co.id , adanya watermark, low quality, dll.

    Lebih baik fitur arbitrase dikelola dengan profesional oleh projects.co.id , ini menjadi reputasi projects.co.id juga untuk kedepannya. Finish day dan deskripsi pekerjaan dengan jelas dan sistematis (bullets point) itu sangat penting, jadi worker bisa melakukan work dan time management-nya secara profesional.

to reply!