• (022) 8788 2588

Project Owner be Wise, Freelancer be Nice (Part 1)

 

  • Published by superadmin
  • 03/03/2015 16:15:43 WIB

Dalam dunia freelancing maupun outsourcing perlu keseimbangan antara pemilik proyek atau project owner dengan sang freelancer. Jika Anda bertindak sebagai project owner maka bersikaplah bijaksana dalam menentukan besaran imbalan jasa dan waktu pengerjaan suatu proyek. Sesuaikan dengan tingkat kesulitannya. Jika proyek itu memang mudah untuk dikerjakan, Anda berikan nominal yang sedikit, its fine... asalkan tidak keterlaluan.

Tidak sedikit project owner di luar sana yang memberikan nilai besaran proyek atau tenggat waktu yang keterlaluan bahkan cenderung tidak manusiawi. Sebagai contoh ada project owner penulisan yang mau dibuatkan artikel sepanjang 500 kata dengan honor penulisan hanya 1000 rupiah per artikel. Penulis artikel butuh berfikir, mencari ide, meluangkan waktunya sehingga angka tersebut sangat tidak layak dan membuat para freelancer yang berkualitas pun enggan mendekat. Contoh lain, ada project owner yang ingin dibuatkan marketplace sekelas Tokop* dengan nilai nominal proyek hanya lima ratus ribu rupiah. Nilai tersebut sangat tidak sesuai mengingat kerumitan yang tinggi dalam pengerjaannya. Apalagi pembuatan toko online semacam itu membutuhkan domain, hosting dengan kapasitas yang lumayan besar, dan itu semua butuh biaya. Jadi pertimbangkan baik-baik besaran nilai proyek yang akan Anda lelang, karena jika nilainya terlalu rendah dan tidak sesuai harga pasar, maka para freelancer atau outsourcing worker akan enggan mendekat dan Anda pun tidak mendapatkan apa yang  Anda inginkan.

Selain soal besarnya nominal proyek, hal lain yang kadang cukup menggelitik adalah terlalu singkatnya waktu yang disediakan untuk menyelesaikan suatu proyek. Contohnya, ada project owner yang menginginkan dibuatkan artikel 5-10 per hari dengan panjang artikel 1000 kata. Hal ini sangatlah berat mengingat para penulis harus mencari ide dan referensi yang banyak untuk menghasilkan karya yang baik. Ada juga project owner yang ingin dibuatkan aplikasi Android yang rumit dalam waktu  satu hari saja. Its so immposibble, guys!  Hal ini tentu sangat memberatkan. Membaca tawaran proyek seperti itu pasti banyak calon worker yang ngibrit, kabur menjauh dari proyek Anda. So..sebagai project owner, be wise ketika menentukan besaran nilai proyek dan tenggat waktu yang diberikan.

Menjadi project owner yang bijaksana sangat penting, tapi para freelancer juga harus menunjukkan sikap yang baik atau nice. Why? Karena dengan sikap yang baik, akan terjalin hubungan kerja sama yang baik antara worker dan project owner. Lalu bagaimanakah cara menjadi worker yang nice? Yuk simak di artikel selanjutnya: Project Owner be wise, Freelancer be nice (part 2).

Comments