• (022) 8788 2588

Jual Diri Anda dalam Portofolio

 

  • Published by superadmin
  • 01/06/2015 12:53:06 WIB
Penulis: Bobby Prabawa

Melampirkan portofolio dalam surat lamaran proyek freelance adalah sesuatu yang wajib. Sebelum saya menjelaskan betapa pentinya portofolio, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu pengertian portofolio.

Portofolio adalah kumpulan hasil karya terbaik yang pernah Anda buat dalam jangka waktu tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu pula. Ketika Anda berencana menawarkan jasa Anda dalam menangani sebuah proyek freelance, sebaiknya Anda menyertakan portofolio. Situs penyedia lowongan kerja freelance seperti projects.co.id juga meminta para freelancernya untuk melampirkan portofolio dalam bentuk PDF (Print dalam Film).

Kabar baiknya, Anda dapat berkreasi membuat portofolio online secara gratis. Googling dengan kata kunci : portofolio online for free. Layanan situs gratis ini dapat membantu Anda membuat portofolio online secara kreatif. Portofolio saya dapat Anda lihat di http://clippings.me/bobbyprabawa. Portfolio ini dapat Anda sertakan dalam profile Twiter, Facebook atau tanda tangan pada e-mail Anda.


Portofolio ini adalah harga jual, bukti jam terbang Anda dalam bentuk karya. Hasil karya inilah yang akan menjadi penilaian perusahaan atau calon klien dalam merekrut Anda sebagai freelancer sebuah proyek. Sebagai contoh seorang penulis freelance dapat mencantumkan alamat situs-situs online tempat dia menulis, bagi perancang sampul, lampirkan contoh cover-cover buku yang pernah Anda buat, dan cantumkan prestasi yang berhubungan dengan project yang akan ditawarkan.

Portofolio dapat disusun berdasarkan hasil karya yang sudah Anda buat selama bekerja, pilihlah karya-karya terbaik Anda. Portofolio membedakan antara orang yang memiliki kesan "bisa" dan orang yang benar-benar bisa bekerja. Berikut ini adalah 6 ketentuan dalam membuat portofolio.

  1. Pilihlah karya terbaik yang Anda miliki sekaligus dapat mewakili selera pribadi Anda. Jangan pernah mengirimkan karya yang tidak bagus. Portofolio seperti potongan cuplikan-cuplikan terbaik sebuah film bioskop. Adegan-adegan terbaik dipilih agar penonton bersedia merogoh sakunya untuk membeli tiket dan menonton film tersebut. Portofolio Anda pun harus berisi cuplikan karya-karya terhebat Anda.
  2. Karya yang Anda pilih harus dapat menunjukkan spesialisasi Anda. Misalnya Anda berpengalaman menulis travel writing, maka tonjolkan artikel pilihan terbaik Anda. Contoh lainnya, sebagai desain cover Anda pernah merancang cover Band Noah, atau cover Indonesia Book Fair 2014, tampilkan saja.
  3. Sebaiknya Anda menyertakan keterangan gambar, membuat tanggal saat karya itu dibuat, atau sedikit penjelasan tentang latar belakang karya Anda. Cerita di balik portofolio Anda akan membuat calon klien semakin tertarik untuk merekrut Anda dengan demikian Anda akan mudah memenangkan proyek freelance yang mereka tawarkan.
  4.  Jangan pernah Anda menyertakan hasil karya teman atau orang lain.
  5. Gunakan format kertas A4, kliping dan bukukan.
  6. Pilihlah warna dasar hitam agar lebih terlihat jelas. Warna adalah sebuah pilihan, tergantung selera Anda.

Selamat mewarnai hidup dengan karya-karya terbaik, buat calon klien Anda takjub dengan karya terbaik Anda. 

Ini adalah Guest Post
Disclaimer: Pendapat dan pernyataan yang dibuat dalam artikel tamu ini adalah dari penulis dan bukan dari Projects.co.id (PT Panonpoe Media) secara keseluruhan. Hak cipta tetap dengan penulis dan kewajiban yang berkaitan dengan pelanggaran hak kekayaan intelektual tetap dengan mereka. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian atau representasi. Penulis mengijinkan Projects.co.id untuk membagikan tulisan ini dengan tetap menyertakan nama penulis.



Comments