• (022) 6902 1117

Zairin Salampessy (zairins)

 

 

Hai, saya Zairin Salampessy, akrab disapa Embong!

Dengan pengalaman 30 tahun di bidang penerbitan, saya membuat konten yang menarik perhatian dan memberikan hasil terbaik. Mulai dari tulisan bertutur (storytelling) sampai foto human interest dan foto jurnalistik yang menarik. Sebagai mantan kepala biro salah satu majalah mingguan terkemuka di Indonesia, saya tahu cara memadukan penceritaan dengan strategi, baik itu artikel yang didorong SEO atau konten media sosial yang menarik.

Tulisan saya cepat, tepat, dan dioptimalkan untuk memberikan dampak yang baik. Kemampuan beradaptasi adalah kekuatan saya. Saya dapat membuatnya santai saat dibutuhkan atau menjadi profesional sepenuhnya saat dibutuhkan.

Saya menghargai keakuratan, kreativitas, dan manajemen waktu yang solid dalam setiap proyek. Baik bekerja sendiri atau berkolaborasi dengan tim, saya berkomitmen untuk memberikan konten berkualitas tinggi yang memenuhi dan melampaui harapan klien.

Butuh konten yang menonjol? Mari kita bicarakan!

--------------------------------------------------------------------------

Hi, Im Zairin Salampessy!

With 30 years of experience in publishing, I create content that grabs attention and delivers the best results. From narrative writing to compelling human interest photography and photojournalism. As a former bureau chief for one of Indonesia's leading weekly magazines, I know how to combine storytelling with strategy whether it's an SEO-driven article or engaging social media content.

My writing is fast, precise, and optimized for impact. Adaptability is my strength. I can keep it casual when needed or go full professional when needed.

I value accuracy, creativity, and solid time management in every project. Whether working alone or collaborating with a team, I am committed to delivering high-quality content that meets and exceeds client expectations.

Need content that stands out? Let's talk!

Adobe PhotoShop Photography Writing Adobe Indesign

  Hire Me
Make a Private Project


  Invite to Bid
Existing Projects


User Name: zairins
Account Type: Personal Account
Date Registered: 06/05/2022 14:49:25 WIB
Last Seen: 12/03/2025 00:30:23 WIB
Provinsi: Maluku
Kabupaten: Kota Ambon
Website:
Online Hours: 4.30
Projects Won: 0
Projects Completed: 0
Completion Rate-
Projects Arbitrated: 0
Arbitration Rate-
Current Projects: 0

Ratings & Rankings

As Worker
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Owner
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Seller
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Sales
As Affiliate
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Users

 

Services

 

No record found.

 

 

Products

 

No record found.

 

 

 

2014: Pada 1999, di tengah deraan konflik yang menyengsarakan, ketika banyak orang terjebak dan “terpaksa” terlibat langsung atau tidak dalam amuk kekerasan, tak sedikit anak Maluku yang dengan caranya masing-masing meng­ambil jarak dan bersikap kritis terhadap konflik. Bersamaan dengan itu, me­reka mulai berusaha memperjuangkan perdamaian. Carita Orang Basudara berisi kisah-kisah mereka.
Selain sebagai penghargaan atas kiprah mereka, pendokumentasian ini juga dimaksudkan agar setiap pengalaman dan kesaksian personal di sini tidak begitu saja menguap di udara. Kesaksian mereka juga mengandung pelajaran sangat berharga yang bisa dipetik bukan saja oleh masyarakat Maluku, tapi juga umat manusia secara keseluruhan, pada masa kini dan yang akan datang.

Sudah saatnya cerita-cerita baik, berisi suara-suara perdamaian (bukan konflik kekerasan), lebih banyak didengar dari Maluku. Jika perdamaian yang betul-betul ingin kita lihat, mengapa kita tidak memulainya dengan lebih sering membaca dan menulis tentangnya atau membicarakannya?

Buku ini penting dibaca bukan saja oleh masyarakat Maluku, atau masyarakat lain di Indonesia yang pernah mengalami konflik kekerasan, tapi juga oleh mereka yang ingin terhindar dari konflik kekerasan sejenis. Para pengambil kebijakan, pemimpin agama dan masyarakat sipil perlu men­dengar Carita Orang Basudara, karena dari sana banyak pelajaran bisa dipetik.

2017: BETWEEN early 1999 and early 2002, in the Maluku Islands archipelago in Indonesia, Christian and Muslim communities engaged in a bloody conflict. Various causes of this prolonged ethno-religious violence have been put forward. In this book, for the first time, participants in and victims of what happened speak variously of what they did and saw, of the effects of the violence on them, as individuals and members of families and communities, at the time and after, and of how they have sought to build bridges of peace. 'Basudara', a word evoking kith and kin showing care for each other, touches the central concern of the writers - the bearers of eyewitness testimony in this book - who pray for the growth of this caring spirit. How, they reflect, canthis idea be put into practice? How can such conflict be avoided in the future? What can the world learn from their experiences of violent upheaval? Basudara Stories of Peace from Malaku is affecting, instructive and inspiring, and sheds a unique light on the world of Indonesia's Maluku Islands."--Back cover.

2022: Pilihan setiap orang dalam merawat alam negerinya, antara lain berdasar panggilan jiwa untuk mendedikasikan diri, atau mengabdi pada negeri tercinta ini dengan cara masing-masing maupun pertimbangan-pertimbangan lainnya. Nah, para anak muda dalam buku ini, dengan sadar dan penuh semangat, sengaja memilih jalan tidak populer di mata banyak orang, yaitu mengurusi sampah dan ikut menjaga kelestarian alam Maluku.

Lewat buku ini, mereka berbagi cerita tentang kiprah dan perjuangan mereka dalam merawat Maluku. Mulai dari perjalanan awal merintis, jatuh bangun dengan berbagai kendala dan rintangan, serta visi misi merawat Maluku dan lain sebagainya. Mari lebih mengenal anak-anak muda tersebut.

2024: Meski usianya sudah sepuh, tetapi Moses Tulaseket (70) masih cekatan turun dari salah satu pohon cengkih miliknya. Beberapa kali dia berhenti demi menyeka keringat yang membasahi dahi. Siang itu, Rabu 27 September 2023, cuaca lumayan panas, tapi angin menyapa bukit kebun cengkih dan membawa udara yang sejuk.

Tangan lelaki yang akrab disapa Bote ini merogoh isi baju longgarnya. Dia mengeluarkan tangkai-tangkai cengkih yang baru saja dipetik untuk dimasukkan ke dalam karung plastik. Karung yang dia gantung pada ranting paling bawah ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan dan membawa hasil panen.

Tuntas memasukkan tangkai-tangkai cengkih, karung plastik itu kembali ia gantung. Bote mengempaskan pantatnya dengan lega pada hamparan semak di bawah pohon cengkih. Sambil menyantap makan siang, matanya mengamati beberapa pohon cengkih miliknya di bukit itu. Dia menuturkan ada dua cara orang memanen cengkih di kampungnya. Pertama, cengkih dipanen sendiri oleh pemiliknya. Cara kedua, menyewa jasa pekerja pemetik untuk memanen cengkih. “Kalau naik sendiri, bisa dapat banyak. Kalau menggunakan tenaga orang lain, hasilnya dibagi dua dengan orang yang naik,” jelasnya.....

 

 

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

Anda harus login terlebih dahulu untuk melihat data ini.

You must login first to see this data.

 

 


Live Chat