• (022) 6902 1117

jarilincahuntukdakwah (jarilincahuntukdakwah)

 

 

Halo! Saya Eka, seorang Ibu Rumah Tangga lulusan S1 yang aktif sebagai penulis opini dengan 30+ artikel di Kompasiana. Saya terbiasa menulis dengan tata bahasa yang rapi, riset akurat, dan penyampaian yang mengalir. Fokus menyediakan jasa penulisan artikel ringan seputar dunia pendidikan anak, tips parenting, lifestyle, hingga penataan rumah (home improvement) tanpa typo.

keahlian spesifik: penulisan artikel Web (Parenting, Pendidikan, dan Lifestyle), copywriting, penulisan Opini, dan pembuatan caption Instagram.


Content Writer Social Media

  Hire Me
Make a Private Project


  Invite to Bid
Existing Projects


User Name: jarilincahuntukdakwah
Account Type: Personal Account
Date Registered: 23/07/2026 20:06:28 WIB
Last Seen: 23/07/2026 21:53:49 WIB
Provinsi: Jawa Timur
Kabupaten: Kab. Lamongan
Website:
Online Hours: 1.77
Projects Won: 0
Projects Completed: 0
Completion Rate-
Projects Arbitrated: 0
Arbitration Rate-
Current Projects: 0

Ratings & Rankings

As Worker
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Owner
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Seller
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Sales
As Affiliate
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Users

 

Services

 

No record found.

 

 

Products

 

No record found.

 

 

 

2026: 5 Cara Sederhana Mengatasi Dinding Lembap dan Berjamur di Kamar Anak

Melihat dinding kamar anak mulai muncul bercak hitam dan terasa lembap pasti bikin cemas, ya, Bu. Selain merusak estetika kamar, dinding yang berjamur juga bisa mengganggu kesehatan pernapasan si kecil. Masalah dinding lembap ini biasanya terjadi karena rembesan air hujan atau kurangnya sirkulasi udara di dalam ruangan.
Jangan buru-buru panik dan memanggil tukang. Ibu bisa mencoba 5 cara sederhana ini untuk mengatasi dinding lembap dan berjamur di rumah:

1. Bersihkan Jamur dengan Larutan Cuka

Cuka dapur ternyata sangat ampuh untuk membunuh spora jamur sampai ke akarnya. Caranya cukup mudah, semprotkan cuka murni tanpa campuran air ke area dinding yang berjamur. Diamkan selama satu jam, lalu sikat atau lap dinding menggunakan kain basah sampai bersih.

2. Gunakan Cairan Antiseptik atau Karbol

Jika noda jamur cukup membandel, Ibu bisa menggunakan karbol atau cairan pembersih lantai yang mengandung disinfektan. Campurkan karbol dengan air secukupnya, lalu gosokkan pada dinding menggunakan spons setengah basah. Pastikan untuk menggunakan masker dan sarung tangan saat melakukannya, ya.

3. Maksimalkan Sirkulasi Udara Ruangan

Secara teknis, ruangan yang tertutup rapat akan menjebak uap air di dalam kamar dan memicu kelembapan tinggi. Biasakan untuk membuka jendela kamar anak setiap pagi agar sinar matahari dan udara segar bisa masuk. Jika kamar tidak memiliki jendela, Ibu bisa memasang kipas angin gantung atau exhaust fan untuk membantu perputaran udara.

4. Atur Jarak Perabot dari Dinding

Sering kali kita menempelkan lemari pakaian atau tempat tidur anak pas di dinding. Kebiasaan ini membuat area di balik lemari menjadi pengap dan lembap karena tidak ada celah udara. Coba beri jarak sekitar 5 hingga 10 sentimeter antara perabot dan dinding untuk memberikan ruang bagi aliran udara.

5. Lapisi dengan Cat Waterproofing saat Renovasi

Jika Ibu memiliki anggaran lebih dan ingin perbaikan jangka panjang, kikis cat lama yang sudah rusak. Lapisi dinding dengan cairan anti-bocor (waterproofing) sebelum mengecat ulang. Lapisan ini akan menahan air dari luar agar tidak merembes kembali ke pori-pori dinding kamar.

Penutup

Mengatasi dinding lembap sebenarnya tidak sulit jika kita tahu cara menangani sumber lembapnya. Dengan menjaga kebersihan dinding dan kelancaran sirkulasi udara, kamar anak akan kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk tempat bermain mereka. Selamat mencoba di rumah, Bu!

2026: Tips Cerdas Mengatur Uang Belanja Mingguan agar Gak Kebobolan di Akhir Bulan

Ngomongin uang belanja memang sering bikin ibu-ibu geleng kepala, ya. Harga bahan pokok rasanya naik terus, sementara kebutuhan di rumah juga gak pernah ada habisnya. Baru juga awal bulan, uang belanja sudah mulai menipis, dan pas akhir bulan malah bingung harus putar otak lagi. Tenang, sebenarnya ada cara-cara sederhana yang bisa bantu belanja mingguan jadi lebih terkontrol tanpa bikin kebutuhan keluarga berkurang.

Wajib Bikin Menu Mingguan

Sebelum berangkat ke pasar, coba biasakan dulu bikin menu masakan untuk 7 hari ke depan. Dengan begitu, ibu jadi tahu bahan apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan gak asal beli. Cara ini juga membantu mengurangi risiko sayur, lauk, atau bahan makanan lain yang akhirnya cuma numpuk di kulkas sampai layu atau busuk. Jadi, selain lebih hemat, makanan di rumah juga lebih terpakai dengan baik.

Belanja Berdasarkan Daftar, Bukan Keinginan

Setelah menu mingguan selesai, langsung tulis daftar belanjaan berdasarkan kebutuhan itu. Saat sudah sampai di pasar atau supermarket, usahakan disiplin dan jangan gampang tergoda barang di luar daftar. Memang kadang ada promo yang kelihatannya menarik, tapi kalau bukan kebutuhan, ujung-ujungnya malah bikin pengeluaran membengkak. Kalau mau lebih hemat lagi, coba belanja di pasar tradisional pagi hari karena biasanya harga lebih bersahabat dan bahan-bahannya juga masih lebih segar.

Manfaatkan Teknik Food Preparation

Begitu selesai belanja, jangan tunggu lama-lama untuk menyiapkan bahan makanan. Sayur bisa langsung dibersihkan, daging bisa dipotong sesuai porsi masak, lalu semuanya disimpan di wadah tertutup di dalam kulkas. Teknik food preparation seperti ini bikin bahan makanan lebih awet dan siap pakai kapan saja. Hasilnya, waktu masak tiap pagi jadi lebih singkat, dan ibu juga gak perlu repot bongkar-bongkar bahan dulu sebelum mulai masak.

Penutup

Hemat itu bukan berarti pelit atau sampai mengurangi gizi keluarga, lho. Hemat justru soal pintar mengatur apa yang ada supaya semua kebutuhan tetap terpenuhi dengan baik. Kalau ibu bisa konsisten bikin menu, belanja sesuai daftar, dan rajin food prep, uang belanja mingguan pun jadi lebih aman sampai akhir bulan. Semangat terus, Bu, karena langkah kecil yang dilakukan rutin bisa bikin pengelolaan rumah tangga jauh lebih ringan dan tenang.

 

 

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

Anda harus login terlebih dahulu untuk melihat data ini.

You must login first to see this data.

 

 


Live Chat