• (022) 6902 1117

Thoni Xaverius (23april2005)

 

 

KARYA TULIS ILMIAH

PERAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMA KATOLIK FRATERAN MAUMERE TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan

SMA Katolik Frateran Maumere

Disusun Oleh:

Antonio Xaverius

NIS/NISN: 3399 / 0053507909

PROGRAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

SMA KATOLIK FRATERAN MAUMERE

TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023


BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak terpisah dengan manusia. Hal ini kerena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia di jaman ini, kerena melalui pendidikan baik itu pendidikan formal maupun non formal manusia dapat menciptakan kecerdasan agar bisa bertahan hidup. Dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang system pindidikan nasional pasal 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik. Secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya., masyarakat, bangsa di negara. Kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada pencarian prestasi belajar peserta didik. Prestasi belajar ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah peran orang tua.

Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak-anaknya diantaranya sebagai motivator. Dalam hal ini orang tua harus senantiasa memberikan dorongan kepada anaknya agar mempunyai semangat dalam belajar yang sangat penting dalam penddikan anak. Di antaranya sebagai motivator yaitu orang tua harus senantiasa memberikan dorangan kepada anaknya agar memiliki semangat dalam belajar khususnya dalam belajar di rumah sebagai penunjang prestasi di sekolah. Peran orang tua antara baik dengan memberi bimbingan belajar, memberi teladan baik membangun komonikasi yang lancar dengan anak serta menyediakan fasilitas belajar dan juga membangun pendidik karakter anak.

Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu invisibleyang memberikan kekuatan untuk mendorong individu dalam mencapai tujuan. Dari pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa motivasi sangat penting untuk tujuan tertentu. Menurut Sardiman, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai (2018:75).

Menurut Winkel mengartikan motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik, pendidikan formal dan pendidikan nonformal.

SMA Katolik Frateran Maumere merupakan Lembaga Pendidikan swasta yang hadir di kabupaten sikka dengan visi Terwujudnya Warga Sekolah Yang Berkualitas Secara Intelektual, Cerdas, Terampil, Kompetitif, Disiplin Berwawasan Iptek Dan Berkepribadian Yang Di Jiwai Oleh Semangat Hati Yang Merasul dan misi Lulusan Yang Cerdas,Terampil Dan Budi Pekerti Luhur, Sumber Daya Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Yang Bertanggung Jawab, dan Kultur Sekolah Yang Berhati Merasul untuk mencapai visi tersebut SMA Katolik Frateran Maumere menerapkan kerja sama dan dukungan dari orang tua demi menunjang keberhasilan peserta didik. Berdasarkan hasil pengamatan proses belajar peserta didik pada lembaga ini terkait peran orang tua terhadap motivasi belajar menjadi sangat penting sehingga bagi peserta didik yang kurang atau tidak mendapat motivasi belajar dari orang tua akan menjadi penghambat proses belajar peserta didik. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik SMA Katolik Frateran Maumere Tahun Pembelajaran 2022/2023.

1.2Rumusan Masalah

Bagaimana peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik SMA Katolik Frateran Maumere pada tahun pembarajaran 2022/2023?

1.3Tujuan Penelitian

Untuk mengatahui peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik SMA Katolik Frateran di Maumere tahun pembelajaran 2022/2023

1.4Manfaat Penilitian

Penulis menginformasikan manfaat penelitian sebagai berikut:

1.4.1Manfaat Umum

Manfaat umum adalah manfaat untuk memberikan informasi kepada pembaca bahwa orang tua memiliki peran yang penting dalam motivasi pembelajaran peserta didik yang akan menunjang kegiatan pembelajaran dan prestasi peserta didik di sekolah. Manfaat umum juga di bagi mejadi 2 manfaat teoritis dan manfaat akademis, sebaga berikut:

a.Manfaat teoritis

Memberikan informasi terhadap pembaca tentang didikan orang tua yang akan mempengaruhi motivasi belajar peserta didik yang memiliki pengaruh ke lingkungan sekolah lalu berdampak ke kegiatan pembelajaran dan prestasi peserta didik.

b.Manfaat Akademis

Memberikan bahan pemikiran bagi pihak pembaca tertentu seperti pihak orang tua peserta didik untuk meningkatkan diri dalam hal mendidik peserta didik dan memberikan dorongan untuk menambah motivasi belajar peserta didik agar menunjang kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah dan manambah prestasi peserta didik tersebut.

1.4.2Manfaat khusus

a.Manfaat bagi penulis

Dapat manambah wawasan serta pengalaman untuk penulis sebagai peneliti Perang Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik SMA Katolik Frateran di Maumere pada tahun pembelajaran 2022/2023.

b.Manfaat bagi peserta didik kelas X dan XI

Peserta didik kelas X dan XI dapat mengetahui betapa pentingnya hubungan baik dengan orang tua yang dapat menumbuhkan motivasi belajar sehigga menjadi penunjang saat kegiatan pembelajaran.

c.Manfaat untuk sekolah

Dari penelitian ini pihak sekolah berhubungan secara langsung atau tidak langsung dalam pembelajar dapat manambah pengetahuan untuk mempererat hubungan peserta didik dengan orang tua sehingga dapat manjadi seuatu motivasi belajar yang dapat menunjang kegiatan pembalajaran.

1.5Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang di diuraikan di atas maka, peneliti membatasi masalah dalam penelitian ini menjadi Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik SMA Katolik Frateran di Maumere pada tahun pembelajaran 2022/2023.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1Orang Tua

2.1.1Pengertian Orang Tua

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiamenjelaskan bahwa Orang tua adalah ayah ibu kandung. Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia menyebutkan Orang tua adalah ayah atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang dimaksud orang tua adalah ayah atau ibu kandung, atau ayah atau ibu tiri, atau ayah atau ibu angkat.Pengertian orang tua tidak terlepas dari pengertian keluarga karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.

Orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Namun umumnya di masyarakat pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan kita yaitu Ibu dan Bapak. Ibu dan bapak selain telah melahirkan kita ke dunia ini, ibu dan bapak juga yang mengasuh dan yang telah membimbing anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu orang tua juga telah memperkenalkan anaknya kedalam hal-hal yang terdapat di dunia ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak.

Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam keluarga. Pada umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi pendidikan. Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak.

Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Pendidikan orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak-anak dan yang diterimanya dari kodrat. Orang tua adalah pendidik sejati, pendidik karena kodratnya. Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati.

Pengertian orang tua menurut para ahli:

1.Orang tua adalah setiap orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu (Sulastri & Ahmad Tarmizi 2017)

2.Orang tua adalah orang yang lebih tua atau orang yang dituakan, terdiri dari ayah dan ibu yang merupakan guru dan contoh utama untuk anak-anaknya karena orang tua yang menginterpretasikan tentang dunia dan masyarakat pada anak-anaknya (Friedman et al 2010)

3.Menurut Thamrin Nasution, orang tua merupakan setiap orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu.

4.Menurut M. Imron Pohan definisi orang tua adalah orang dewasa pertama bagi anak, tempat anak menggantungkan, mengharapkan bantuan dalam pertumbuhan dan perkembangnnya menuju kedewasaan.

Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Pendidikan orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak-anak, dan yang diterimanya dari kodrat. Orang tua adalah pendidik sejati, pendidik karena kodratnya. Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati pula.

2.1.2Peran Orang Tua

Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Orang tua akan menjadi contoh bagi anak, anak biasanya akan menirukan apa saja yang dilakukan oleh orang tua. Jadi orang tua harus bisa memberikan keteladanan dan kebiasaan sehari-hari yang baik sehingga dapat dijadikan contoh bagi anaknya. Keteladanan dan kebiasaan yang baik itu, sebaiknya diberikan oleh orang tua sejak dari kecil atau kanak-kanak karena hal itu dapat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak.

Orang tua merupakan orang pertama dan utama yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Sikap dan perilaku orang tua akan ditiru dan dijadikan bekal dalam perilaku anak. Oleh karena itu sebagai orang tua harus hati-hati dalam menjadikan dirinya teladan untuk anaknya sekaligus aktif dan kreatif dalammeningkatkan kemampuan agar bisa mendidik dan membimbing anaknya sehingga anak bisa meniru tingkah laku positif yang dikerjakan orang tua. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua adalah perilaku yang berkenaan dengan orang tua dalam memegang posisi tertentu dalam lembaga keluarga yang didalamnya berfungsi sebagai pengasuh, pembimbing dan pendidik bagi anak.

Orang tua selalu menginginkan remajanya agar tumbuh menjadi seorang individu yang matang secara sosial. Dalam sebuah keluarga idealnya ada dua individu yang berperan yaitu pertama, peran seorang ibu yang masih bertanggung jawab terhadap perkembangan anak-anaknya. Kedua, peran seorang ayah yang bertanggung jawab memberikan bimbingan nilai-nilai moral sesuai ajaran agama, mendisiplinkan, mengendalikan, turut dalam mengasuh anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak bukanlah hal yang sepele karena pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap individu yang hidup agar dapat bertahan menghadapi perkembangan zaman. Seperti saat ini orang tua semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anak terbukti memberikan banyak dampak positif bagi anak. Banyak yang mencapai kesuksesan setelah mereka menginjak usia dewasa dan terjun ke dalam dunia sosial yang sebenarnya. Peran aktif orang tua tentu saja perlu didukung oleh komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah.

Peran orang tua menurut para ahli:

1.Menurut Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa, esensi Pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga, sedangkan sekolah hanya berpartisipasi.

2.Peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak (Lestari 2012:153).

3.Orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak(Hadi 2016:102).

2.2Motivasi

2.2.1Pengertian Motivasi

Dalam Bahasa Indonesia, asal kata motivasi adalah motif, yang artinya daya upaya yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Motif menjadi dasar dari kata motivasi yang bisa diartikan sebagai daya penggerak yang telah aktif. Maka dari itu, dengan kata lain pengertian motivasiadalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sementara itu, dalam psikologi, pengertian motivasi adalah usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Istilah motivasi sudah menjadi salah satu topik yang cukup sering dibicarakan oleh masyarakat. Motivasi bisa menjadi kata kerja atau kata benda yang bisa didapatkan atau diberikan dari atau oleh seseorang. Secara makna motivasi adalah hasrat atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Bagi kamu yang sedang tidak bersemangat ataupun sedang bersedih, kata motivasi mungkin saja bisa membuatmu kembali bangkit.

Secara umum definisi atau pengertian motivasi dapat diartikan sebagai suatu tujuan atau pendorong, dengan tujuan sebenarnya tersebut yang menjadi daya penggerak utama bagi seseorang dalam berupaya dalam mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif. Adapun istilah dalam pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yakni motivation. Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas, Selain itu, Pengertian Motivasi merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya gejala perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan.

Motivasi merupakan suatu dorongan yang membuat orang bertindak atau berperilaku dengan cara cara motivasi yang mengacu pada sebab munculnya sebuah perilaku, seperti faktorfaktor yang mendorong seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi dapat diartikan sebagai kehendak untuk mencapai status, kekuasaan dan pengakuan yang lebih tinggi bagi setiap individu. Motivasi justru dapat dilihat sebagai basis untuk mencapai sukses pada berbagai segi kehidupan melalui peningkatan kemampuan dan kemauan.

Pengertian motivasi menurut para ahli:

1.Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik 1992:173)

2.Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (Sardiman 2006:73).

3.Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi (Mulyasa 2003:112).

4.Menurut Victor H. Vroom, motivasi ialah sebuah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

2.2.2Fungsi Motivasi

Fungsi motivasi adalah sebagai alasan berbuat yang bersifat subyektif. Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggunggah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan. Motivasi bertalian dengan suatu tujuan yang mempengaruhi adanya suatu kegiatan, maka sehubungan dengan itu ada tiga fungsi motivasi:

1.Mendorong manusia untuk berbuat, yakni sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2.Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.

3.Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan.

Motivasi mempunyai fungsi sebagai perantara pada organisme atau manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Fungsi motivasi adalah sebagai alasan berbuat yang bersifat subyektif. Secara umum tujuan motif adalah untuk menggerakkan atau menggunggah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi adalah sebagai pendorong untuk berbuat, menentukan arah perbuatan dan menyeleksi perbuatan yaitu perbuatan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Juga berfungsi sebagai alasan berbuat yang selalu berhubungan dengan pribadi individu. Sedangkan tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau mengarahkan seseorang agar timbul keinginan dan kemauan individu untuk melakukan sesuatu sehingga tercapai hasil atau tujuan.

2.2.3Jenis Motivasi

A.Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri untuk mencapai sesuatu demi memuaskan diri sendiri dan tanpa dipengaruhi oleh imbalan dari eksternal Jadi, motivasi ini membuat seseorang melakukan aktivitas tertentu karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya atau memberikan kepuasan untuk dirinya sendiri. Jenis motivasi ini dipengaruhi oleh ketertarikan atau kesenangan pada kegiatan tertentu. Beberapa kegiatan yang bisa menggambarkan motivasi intrinsik, yaitu:

1.Berpartisipasi dalam perlombaan karena ingin menikmati aktivitas perlombaannya

2.Belajar hal baru karena menganggapnya sebagai sesuatu yang menarik

3.Menghabiskan waktu bersama orang lain karena ingin menikmati waktu kebersamaan dengan mereka

4.Membersihkan kamar karena memiliki hobi bersih-bersih

5.Bermain game karena ingin menyelesaikan sebuah misi

6.Menjadi sukarelawan karena senang membantu sesama

7.Mengambil banyak tanggung jawab di tempat kerja karena ingin menantang diri dan merasa berhasil

8.Menggambar dan melukis karena dapat membuat tenang serta Bahagia

B.Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang muncul karena adanya keinginan untuk mendapatkan imbalan atau hadiah. Imbalan atau hadiah ini bisa berupa pujian, penghargaan, uang, atau barang tertentu. Selain itu, melakukan suatu kegiatan dengan maksud menghindari hukuman juga termasuk dalam motivasi ekstrinsik. Jadi, motivasi ini membuat seseorang melakukan aktivitas bukan demi kepuasan dirinya sendiri, melainkan karena berharap mendapatkan sesuatu sebagai imbalannya atau menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan. Contoh yang menggambarkan motivasi ekstrinsik antara lain:

1.Berpartisipasi dalam perlombaan karena ingin membawa pulang hadiah

2.Belajar hal baru karena tuntutan pekerjaan

3.Menghabiskan waktu bersama orang lain karena ingin meningkatkan status sosial

4.Membersihkan kamar agar tidak dimarahi oleh orang tua

5.Bermain game karena ingin mendapatkan hadiah berupa uang

6.Menjadi sukarelawan untuk memenuhi suatu persyaratan

7.Mengambil banyak tanggung jawab di tempat kerja karena ingin mendapatkan kenaikan gaji atau promosi jabatan

8.Menggambar dan melukis untuk menghasilkan uang

2.3Peserta Didik

2.3.1Pengertian Peserta Didik

Siswa atau yang biasa disebut dengan peserta didik merupakan salah satu dari komponen pendidikan yang tidak bisa ditinggalkan, karena tanpa adanya peserta didik tidak akan mungkin proses pembelajaran dapat berjalan. Peserta didik merupakan komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Didalam proses belajarmengajar, peserta didik sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik memiliki kewajiban penting yang harus dipenuhi ketika menempuh studi pada suatu pendidikan, seperti menjaga norma-norma pendidikan dan berkontribusi dalam menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan.Pengertian peserta didik secara umum yaitu golongan anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan, baik itu secara psikologi dan fisik sehingga untuk mengetahui potensi dirinya mereka harus melalui lembaga pendidikan terlebih dahulu.

Peserta didik menurut para ahli:

1.Peserta didik merupakan sumber utama dan terpenting dalam proses pendidikan formal. Peserta didik bisa belajar tanpa guru. Sebaliknya, guru tidak bisa mengajar tanpa adanya peserta didik (Sudarwan Danim 2010: 1).

2.Peserta didik merupakan salah satu komponen dalam pengajaran, disamping faktor guru, tujuan, dan metode pengajaran (Oemar Hamalik 2004: 99).

3.Peserta didik adalah orang yang belum dewasa, yang memerlukan usaha, bantuan, bimbingan orang lain untuk menjadi dewasa, guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan, sebagai umat manusia, sebagai warga negara, sebagai anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu (Abu Ahmadi 1991: 251)

2.3.2Karekteristik Peserta Didik

Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Informasi terkait karakteristik peserta didik sangat diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan pembelajaran. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran

Suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric.

Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Dengan kata lain karakteristik peserta didik adalah latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar.Sehingga pemahaman atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran.

Karateristik menurut para ahli:

1.Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan awal yang dimiliki (Hamzah. B. Uno 2007).

2.Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya (Sudirman 1990).

2.4SMA Katolik Frateren Maumere

2.4.1Sejarah Pendirian SMA Katolik Frateran Maumere

SMA Katolik Frateran Maumere, berdiri atas inisiatif anggota Komunitas Frater Bunda Hati Kudus Maumere atau dikenal dengan nama Komunitas Santo Yosef Maumere. Niat mereka mendirikan sekolah ini mendapat dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sikka. Berbekalkan dukungan informal ini anggota komunitas mengajukan permohonan kepada Ketua Yayasan Mardi Wiyata, Dewan Provinsial Frater Bunda Hati Kudus di Malang serta Dewan Pusat Frater Bunda Hati Kudus di Belanda. Namun karena wewenang mendirikan satu unit kerja baru adalah berada di tangan Dewan Propinsi maka Dewan Pusat mengembalikan urusan ini kepada Dewan Propinsi Indonesia.

Dewan Propinsi Indonesia bersama Yayasan Mardi Wiyata mengadakan rapat untuk membicarakan syarat-syarat mendirikan sebuah Sekolah. Dewan Propinsi menyerahkan tugas ini kepada Yayasan Mardi Wiyata guna mengadakan studi kelayakan mendirikan sekolah tersebut serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendirikan SMA Katolik Frateran di Maumere.

Setelah Yayasan menjalankan tugas ini dan memenuhi persyaratan untuk mendirikan sebuah sekolah maka Dewan Propinsi Indonesia menyetujui permohonan anggota komunitas St. Yosef dan mengajukan permohonan kepada Dewan Pusat Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus untuk mendapatkan pengukuhan. Dewan Pusat memberikan pengukuhan atas keputusan Dewan Propinsi Indonesia tahun 2004.

Pada bulan Oktober tahun 2004 dimulailah pembangunan gedung tahap I dengan kontraktor Ir. Herman Riadi. Pembangunan tahap pertama selesai pada waktunya dan pada Tahun Ajaran 2005/2006 dilaksanakan penerimaan murid baru angkatan pertama berjumlah 171 orang. Sebanyak 125 orang dari angkatan ini bertahan hingga Ujian Nasional. Dari jumlah tersebut sebanyak 105 orang meraih kelulusan sedangkan 20 orang lainnya tidak lulus dalam ujian tersebut. Prosentase kelulusan untuk angkatan ini mencapai 84 %.

Sekolah ini resmi didirikan pada tanggal 22 Juli 2005 bertepatan dengan peresmian pemakaian gedung ini dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Agung Ende (Alm.) Mgr. Abdon Longginus Pr. Peresmian dilakukan oleh Uskup Agung Ende dan Bupati Sikka Drs. Alex Longginus melalui wakil Bupati Drs. Yoseph Ansa Rera. Sementara KBM berjalan, pembangunan tahap II terus dilaksanakan. Enam (6) bulan kemudian pembangunan selesai dengan 18 ruang kelas, Lab IPA, Bahasa, Ruang Multimedia dan ruangan lainnya. Sekolah ini didirikan dengan mengusung cita-cita yang tinggi yaitu lahirnya sebuah Sekolah Menengah Atas bertaraf Internasional di Kota Maumere. Cita-cita ini tidak disertai upaya Permohonan Izin untuk mendirikan Sekolah Menengah bertaraf Internasional, juga keterbatasan dana dan Sumber Daya Manusia yang masih jauh dari harapan sebagai sekolah Internasional.

2.4.2Motto SMA Katolik Frateran Maumere

Smater Merasul Prestasi Terpatri

2.4.3Visi SMA Katolik Frateran Maumere

Terwujudnya warga sekolah yang berkualitas secara intelektual, cerdas, terampil, kompetitif, disiplin, berwawasan iptek, peduli lingkungan serta berkepribadian yang dijiwai oleh semangat hati yang merasul

Indikator Visi:

1.Unggul dalam Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

2.Lulusan yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur

3.Sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang bertanggung jawab

4.Proses pembelajaran yang "PAIKEM GEMBROT"

5.Sarana dan prasarana yang memadal

6.Prestasi akademik dan non akademik

7.Pengembangan kurikulum yang adaptif

8.Penilaian yang terstandar

9.Kultur sekolah yang berhati merasul

2.4.4Misi SMA Katolik Frateran Maumere

1.Mewujudkan pencapaian nilai ujian nasional dan ujan sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan

2.Mewujudkan lulusan yang cerdas, terampil dan berbudi pekert luhur.

3.Mewujudkan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang bertanggung jawab.

4.Mewujudkan sistem pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira, berbobot, dan produktif (PAIKEM GEMBROT).

5.Mewujudkan sarana prasarana yang memadai sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

6.Mewujudkan prestasi akademik dan non akademik.

7.Mewujudkan perangkat dan dokumen kurikulum yang lengkap.

8.Mewujudkan sistem penilaian yang terstandar.

9.Mewujudkan kultur sekolah yang berhat "MERASUL.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Tempat Dan Waktu Penelitian

3.1.1 Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

3.1.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini direncanakan akan di mulai pada tanggal 20 Februari 2023, sampai 27 Februari 2023.

3.2Variabel Dan Desain Penelitian

3.2.1Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009). Variabel penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan karya ilmiah ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya, yaitu variable terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Peran Orang Tua. Variabel terikat atau variabel independen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

Variabel terikat biasanya terletak di akhir judul suatu penelitian. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Motivasi belajar peserta didik.

3.2.2Desain Penelitian

Desain penelitian, yaitu strategi yang dipilih oleh peneliti untuk mengintegrasikan secara menyeluruh komponen riset dengan cara logis dan sistematis untuk membahas dan menganalisis apa yang menjadi fokus penelitian. Metode yang di gunakan sebagai peneliti dalam metode penelitian adalaj metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong 2005:6). Metode ini digunakan untuk mengetahui peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XII SMA Katolik Fratereran Maumere tahun pembelajaran 2022/2023.

3.3Populasi Dan Sampel

3.3.1Populasi

Populasi dalam konteks penelitian merupakan objek keseluruhan dalam sebuah penelitian atau dapat dikatakan populasi adalah jumlah keseluruhan dari individu-individu yang karakternya akan diteliti. Populasi pada penelitian ini adalah semua orang tua peserta didik SMA Katolik Frateran Maumere tahun pembelajaran 2022/2023. Kelas XII yang berdomisili di keluraan madawat, kecamatan alok, kabupaten sikka.

3.3.2Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pengambilan sempel menurut jumlah (Quota Sampling). Teknik Quota Samplingadalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Jumlah sempel sebanyak 10 (sepuluh) orang tua peserta didik kelas XII SMA Katolik Frateran Maumere tahun pembelajaran 2022/2023.

3.4Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data-data dalam penelitian adalah dengan melakukan wawancara kepada responden dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan penulis untuk memperoleh jawaban dari responden tentang peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XII SMA Katolik Frateran Maumere tahun pembelajaran 2022/2023.

3.5Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang dipakai dalam sebuah kegiatan penelitian yang khususnya sebagai pengukuran dan pengumpulan data dalam penelitian ini. Instrumen lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Peralatan wawancara ini adalah handphoneyang di gunakan untuk dokumentasi sebagai alat merekam video dan pengambilan gambar saat penelitian.

3.6Teknis Analisis Data

Analisis data adalah proses untuk mengelola data mentah dan selanjutnya mengubah menjadi informasi yang berguna untuk penggambilan keputusan oleh pengguna. Dalam penelitian ini peneliti menggunnakan analisis data secara kualitatif dimana data-data hasil wawancara dengan narasumber akan dikumpulkan dan dilakukan pengolahan, selanjutnya menganalisis dan membuat kesimpulan dari hasil penelitian peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XII SMA Katolik Frateran tahun pembelajaran 2022/2023.


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian

Nama: Welly Pitank

Umur: 76

Pekerjaan: Pensiunan

Alamat: Jln Anyelir Raya 3, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Memberikan aturan atau ketentuan saat dirumah untuk belajar.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memeberikan kendaraan pribadi untuk sekolah ke sekolah.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Nilai menurun dan bersikap masa bodoh atau tidak ingin tau tentang hal-hal sekolah atau pembelajaran.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Bertingkah laku kurang sopan dan bersikap masa bodoh saat KBM.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurangnya perhatian dari orang tua dan tidak ada kemauan belajar.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Menjadi anak yang bergua untuk nusa, bangsa, dan gereja.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memperhatikan keseharian, memberikan konseling, dan selalu mengkuti perkembangan mereka di bidang Pendidikan.


Nama: Melki Karmayu

Umur: 48

Pekerjaan: Pegawai Koperasi

Alamat: Jln Cempaka, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Menyiapkan fasilitas pendukung belajar dan memberikan semangat.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Tidak ada, karena sudah di berikan semua.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Anak tidak giat belajar dan tidak kurang disiplin.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

1.Menjadi nakal

2.Berpenampilan kurang sopan

3.Tidak disiplin

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Fasilitas tidak terpenuhi untuk Pendidikan

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Menjadi pelajar yang baik, untuk kedepannya, dan masa depan yang baik

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

1.Mendorong anak untuk belajar

2.Memberikan motivasi

3.Mengajarkan anak saat di rumah

Nama: Kristoforus Keytimu

Umur: 54

Pekerjaan: Guru

Alamat: Jln Werklau, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Memberikan perhatian kepada proses perkembangan belajar peserta didik atau anak.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Tidak ada, karena telah mengembangkan perhatikan yang berhubungan dengan sekolah.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Anak menjadi tidak bertanggung jawab dan harus di beri dorongan untuk belajar.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Tidak perhatian terhadap KBM dan tidak bertanggung jawab dengan tugas-tugas dari sekolah.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurang perhatian dari orang tua dan belum mengerti tujuan pembelajaran.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Mempersiapkan diri untuk masa depan yang baik.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memperhatikan segala kebutuhan mengenai proses pembelajaran anak.

Nama: Maria Servina

Umur: 42

Pekerjaan: Ibu rumah tangga

Alamat: Jln Gajah Mada, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Menyediakan fasilitas belajar seperti buku dan alat tulis

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Belum bisa menyediakan alat elektronik, seperti laptop atau computer.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Nilai dan prestasi menjadi menurun.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Malam tau dengan pembelajaran di sekolah.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurang istirahat yang disebabakan terlalu sering bermain game.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Berprestasi dalam pembelajaran dan bertingkah laku baik dalam lingkungan rumah dan sekolah.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memperhatikan kesehatan, perkembangan anak di sekolah, dan keperluan anak untuk belajar.

Nama: Linda Bangkurt

Umur: 54

Pekerjaan: Ibu rumah tangga

Alamat: Jln Gajah Mada, Keluruhan madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Memantau waktu belajar anak agar bisa menunjang KBM di sekolah.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Tidak ada yang belum, semua sudah terpenuhi.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

1.Nilai atau prestasi menurun.

2.Menjadi malas ke sekolah.

3.Tidak mempunyai arah dan tujuan pasti untuk masa depan.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Mendapatkan masalah di sekolah seperti terlambat, bolos, tidak mengerjakan tugas sekolah.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurangnya peran orang tua sebagai motivator.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Berguna bagi orang tua dan orang lain.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

1.Selalu menyediakan fasilitas sekolah.

2.Memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak atau peserta didik.

Nama: Kornelia Da Silva

Umur: 56

Pekerjaan: Ibu rumah tangga

Alamat: Jln Gajah Mada, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Selalu memperhatikan perkembangan anak di sekolah.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Belum menetapkan aturan yang pasti untuk belajar.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Emosi tidak terkontrol sehingga susah untuk di atur.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Malas tau, cepat bosan, dan tidak mengempetingkan hal-hal dalam belajar sekolah.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Tidak mendapatkan perhatian orang tua dalam belajar.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Anak bisa mendengarkan orang tua dan guru, untuk masa depan anak.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Terlibat dalam proses pembelajaran, seperti memberikan motivasi untuk anak.

Nama: Ros Coo

Umur: 47

Pekerjaan: Wirausaha

Alamat: Jln Gajah Mada, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

1.Menunjang fasilitas belajar.

2.Memberikan ketentuan waktu belajar.

3.Memberikan perhatian terhadap tugas-tugas sekolah.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Kurangnya pemahaman terhadap waktu belajar anak.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

1.Prestasi menurun.

2.Semangat belajar Menurun.

3.Sikap tidak terpuji.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

1.Masa bodoh dengan KBM di sekolah.

2.Malas mengerjakan tugas.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

1.Kurang perhatian orang tua.

2.Kurang fasilitas belajar.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Orang berhasil di masa depan yang akan datang.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memberikan dukungan, perhatian, dan fasilitas yang mendukung untuk belajar.

Nama: Kus Fernandes

Umur: 50

Pekerjaan: Wirausaha

Alamat: Jln Anyelir, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Berusaha untuk memenuhi kebutuhan untuk belajar.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Membeli kendara untuk pergi dan pulang sekolah.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Anak akan tertekan dan putus asa.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Pekerjaan sekolah seperti tugas-tugas terteunda dan anak memiliki rasa malas untuk belajar.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Orang tua yang kurang perhatian dalam berkembangan anak di sekolah.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Masa depan mereka yang bisa mandiri dan berguna untuk keluarga.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memberikan contoh yang baik kepada anak dan mendengarkan keluh kesal anak, serta memberi solusi.

Nama: Herman Yoshep

Umur: 67

Pekerjaan: Pensiuanan

Alamat: Jln Dahlia, Kelurahan madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

1.Memberikan fasilitas untuk belajar.

2.Memberikan waktu belajar.

3.Menjalin hubungan dengan pihak sekolah.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Membelikan alat eltronik yang agak mahal seperti laptop pribadi, dan kendaraan transportasi.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

Anak menjadi malas belajar dan tidak punya niat untuk sekolah.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Berpenampilan kurang sopan, bersikap nakal, dan suka berkata-kata kasar.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurang perhatian dari orang tua dan kekurangan fasilitas.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Menjadi orang yang berguna di masa depan.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Memberikan semangat, mendengarkan keluhan anak bila ada masalah dan memberikan solusi.

Nama: Idris Harun

Umur: 65

Pekerjaan: Pensiunan

Alamat: Jln Anyelir, Kelurahan Madawat

No:

Pertanyaan

Jawab

1.

Apa yang telah Bapa/Mama lakukan untuk miningkatkan motivasi belajar?

Memberikan aturan atau ketentuan belajar kepada anak dan memperhatikan anak saat belajar.

2.

Apa yang belum Bapa/Mama lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar?

Belum bisa membelikan alat transportasi pribadi.

3.

Bagaimana pengeruh peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar dari orang tua?

1.Anak menjadi nakal.

2.Tidak mendengarkan orang tua dan keluarga.

3.Tidak menghargai orang yang lebih tua.

4.

Apa ciri-ciri peserta didik yang kekurangan atau tidak mendapatkan motivasi belajar?

Malas belajar, bernampilan kurang sopan, dan suka berkata-kata kasar.

5.

Apa penyebab peserta didik kekurangan motivasi belajar?

Kurangnya perhatian dari orang tua atau keluarga.

6.

Apa yang Bapa/Mama harapkan atau inginkan dari anak Bapa/Mama atau peserta didik?

Menjadi pribadi yang lebih baik, mempunyai pekerjaan yang layak di masa depan, dan mejadi orag yang berguna.

7.

Bagaimana peran Bapa/Mama sebagai orang tua peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar?

Sebagai motivator anak dalam belajar.

4.2Pembahasan

Peran orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik SMA Katolik Frateran Maumere tahun pembelajaran 2022/2023:

1.Fasilitas Belajar

Fasilitas belajar adalah segala macam benda yang memudahkan dan mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang diciptaan dengan sengaja untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Fasilitas belajar sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar atau meningkatkan motivasi belajar peserta didik seperti buku, alat tulis, handphone, dan internet. Dengan fasilitas yang mencukupi peserta didik merasa nyaman, bersemangat, dan termotivasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa belum semua orang tua mampu memberi fasilitas belajar bagi anak. Hal ini berdampak kepada motivasi belajar anak, yaitu ada anak yang menjadi malas sekolah, tidak bertanggung jawab mengerjakan tugas, dan tidak fokus saat jam pembelajaran serta menyebabkan prestasi menjadi menurun. Sebaliknya bila fasilitas belajar tercukupi maka peserta didik akan merasa nyaman saat pembelajaran, tidak merasa kekurangan, di dukung dengan fasilitas yang di berikan, dan lebih fokus saat pembelajaran.

2.Menjalin Hubungan Dengan Pihak Sekolah

Menjalin hubungan dengan pihak sekolah terhadap perkembangan peserta didik dalam pembelajaran di sekolah adalah bentuk perhatian dari orang tua untuk mengetahui perkembangan belajar peserta didik sehingga orang tua dapat mengtisipasi hal-hal yang menggangu perkembangan belajar peserta didik dan memberikan solusi untuk masalah atau kendala yang di alami peserta didik. Orang tua peserta didik yang selalu mencari informasi mengenai perkembangan belajar peserta didik secara tidak langsung akan memberikan motivasi belajar bagi peserta didik untuk lebih giat belajar. Bagi peserta didik yang merasa tidak terganggu atau tidak ada masalah saat proses pembelajaran mendapatkan semangat atau motivasi untuk menunjang pembelajaran di sekolah.

3.Aturan Dan Ketentuan Belajar Di Rumah

Aturan dan ketentuan di rumah dari orang tua peserta didik dapat menunjang pembelajaran. Seperti aturan mengerjakan tugas-tugas sekolah dan ketentuan jam balajar saat dirumah dapat mengasah kemampuan belajar pesera didik saat berada di rumah sehingga saat proses pembalajaran peserta didik lebih cepat mengerti materi pembelajaran. Sebaliknya orang tua peserta didik yang tidak menetapkan aturan dan ketentuan belajar saat di rumah akan membuat peserta didik menjadi malas belajar saat dirumah dan kesusahan memahami materi pembelajaran di sekolah sehingga dapat menurunkan nilai dan prestasi di sekolah. Orang tua peserta didik yang menerapkan aturan atau ketentuan belajar di rumah dapat miningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran sehingga semangat dan motivasi untuk belajar dapat meningkatkan dan menunjang pembelajaran di sekolah.

4.Memberi Apresiasi Atas Pencapaian Peserta Didik Dalam Pemlajaran

Memberikan hadiah yang di inginkan peserta didik yang mendapatkan rengking di kelas dan membuat kedua orang tua bangga dapat menimbulkan rasa ingin lebih giat belajar agar keinginan terpenuhi maka peserta didik pasti akan berusaha dan bersemangat untuk meraih prestasi disekolah. Akan tetapi kalau orang tua yang tidak memberikan peserta didik apresiasi atas prestasi yang di dapatkan maka peserta didik akan merasa kurang puas dengan hasil yang dia dapatkan dan tidak memiliki niat untuk mandapatkan prestasi lagi dan secara tidak langsung dapat menurunkan semangat untuk belajar. Sehingga apresiasi atau hadia yang di inginkan dan di dapatkan oleh peserta didik atas pencapaiannya memiliki pengaruh untuk meningkatkan semangat dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar.


BAB V

PENUNTUP

5.1Kesimpulan

Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk motivasi belajar peserta didik. Peran orang tua di lakukan dengan tindakan secara langsung atau tidak langsung seperti memberikan fasilitas belajar, menjalin hubungan dengan pihak sekolah, aturan mengerjakan tugas, ketentuan waktu belajar di rumah, dan memberi apresiasi atas pencapaian peserta didik dalam pembelajaran. Sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

5.2Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan diatas,penulis memberikan saran yang bertujuan untuk kebaikan orang tua peserta didik atau pihak sekolah dan kemajuan pembelajaran di sekolah atau di rumah:

1.Bagi orang tua peserta didik agar berperan lebih baik sebagai pemberi motivasi belajar dengan lebih memperhatikan perkembangan peserta didik dalam pembelajaran di rumah dan di sekolah.

2.Bagi peserta didik agar lebih giat belajar, menggunakan fasilitas, dukungan dari orang tua dengan baik dan mengerti tujuan pembalajaran di sekolah agar dapat menata masa depan yang baik dan membanggakan kedau orang tua.

3.Bagi sekolah lebih membangan komonikasi yang baik dengan orang tua peserta didik dalam perkembangan belajar dan proses belajar peserta didik.


DAFTAR PUSTAKA

Artikel cendekiawan bagi Sardiman (2018:75). Pengaruh motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran http://eprints.unm.ac.id/18108/1/ARTIKEL_SITTI%20NURHALIZAH_PENDIDIKAN%20%20AKUNTANSI.pdf. (diakses pada 8 november 2022)

Danim, Sudarwan. (2010). Perkembangan Peserta Didik. http://digilib.unimed.ac.id/18497/8/13.%20NIM.%203112111009%20BIBLIOGRAPHY.pdf (di akses 4 maret 2023)

Et al, Friedman. 2010. Pendidikan anak di rumah file:///C:/Users/user/Downloads/559-Article%20Text-2402-1-10-20220116.pdf. (diakses pada 10 januari 2023)

Hadi. 2016:102. Peran orang tua dalam mengembangkan kecedasan anak http://repository.unmuhjember.ac.id/5068/11/ARTIKEL.pdf(di akses 25 februari 2023)

Lestari. 2012:153. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/87770/Hubungan-antara-Pola-Asuh-Orang-Tua-dengan-Prestasi-Belajar-Siswa-20202021 (di akses 4 februari 2023)

Prayatna, Erisamdy. 2022. Peranan dan tanggung jawab orang tua. https://www.erisamdyprayatna.com/2021/08/peranan-dan-tanggung-jawab-orang-tua.html?m=1. (diakses pada 5 januari 2023)

Prayatna, Erisandy. 2022. Perlindungan anak Nomor 35 tahun 2014 orang tua adalah ayah atau ibu kandung, atau ayah atau ibu tiri, atau ayah atau ibu angkat. https://www.erisamdyprayatna.com/2021/08/peranan-dan-tanggung-jawab-orang-tua.html?m=1. (diakses pada 5 januari 2023)

Taemizi, Ahmad & Sulastri. 2017. Peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini. http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/raudhatulathfal/article/view/1526. (di akses pada 8 januari 2023)

  Hire Me
Make a Private Project


  Invite to Bid
Existing Projects


User Name: 23april2005
Account Type: Personal Account
Date Registered: 14/08/2023 16:52:53 WIB
Last Seen: 14/08/2023 17:18:14 WIB
Provinsi: Sulawesi Selatan
Kabupaten: Kota Makassar
Website:
Online Hours: 0.36
Projects Won: 0
Projects Completed: 0
Completion Rate-
Projects Arbitrated: 0
Arbitration Rate-
Current Projects: 0

Ratings & Rankings

As Worker
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Owner
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Seller
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Sales
As Affiliate
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Users

 

Services

 

No record found.

 

 

Products

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

Anda harus login terlebih dahulu untuk melihat data ini.

You must login first to see this data.

 

 


Live Chat