• (022) 6902 1117

iamfancyjane (iamfancyjane)

 

 

Halo, apa kabar? semoga Anda sehat selalu. Perkenalkan, saya biasa dipanggil Veve oleh teman-teman saya. Saya merupakan bagian dari pers mahasiswa Momentum Fakultas Teknik Universitas Diponegoro sebagai reportase. Saya biasanya menulis tentang isu yang beredar di kampus seperti isu UKT, isu tentang berita yang sedang blow-up misalnya tentang adanya pemilihan umum ketua organisasi di kampus, isu tentang akun SSO (mengingat jika selama pandemi kuliah dilaksanakan online), dan beberapa isu lainnya. Selain itu saya juga menulis tentang opini saya soal berita terbaru yang saya dengar. Untuk keduanya, isu dan opini, saya awalnya mewawancarai narasumber terkait yang kemudian saya gunakan sebagai landasan tulisan saya. Saya juga menulis beberapa cerpen dan tullisan info menarik misalnya saya pernah menulis tentang "BBC Membuat Prank Spaghetti Yang Menghebohkan Britania Raya" beberapa waktu lalu. Karya-karya saya yang dipublikasikan dapat ditemukan di akun sosial media Momentum maupun website Momentum https://lpmmomentum.com/. Saya berpengalaman di bidang menulis karena saya sudah banyak mempublikasikan tulisan saya ke media. Saya juga dapat menulis tulisan lain selain yang saya disebutkan di atas seperti penulisan deskripsi suatu produk, jasa atau perusahaan; menulis beberapa artikel blog; menulis caption jarkom tentang suatu event yang menarik; menulis biografi; dan lain sebagainya sesuai permintaan. Saya berharap Anda memilih saya sebagai partner Anda, dan kita akan bekerja bersama hingga tujuan yang ditetapkan akan terwujud. Terimakasih, have a nice day!

Writing Content Writer

  Hire Me
Make a Private Project


  Invite to Bid
Existing Projects


User Name: iamfancyjane
Account Type: Personal Account
Date Registered: 17/11/2020 07:37:55 WIB
Last Seen: 17/11/2020 10:35:33 WIB
Provinsi: Jawa Tengah
Kabupaten: Kota Semarang
Website:
Online Hours: 2.94
Projects Won: 0
Projects Completed: 0
Completion Rate-
Projects Arbitrated: 0
Arbitration Rate-
Current Projects: 0

Ratings & Rankings

As Worker
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Owner
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Projects
As Seller
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Sales
As Affiliate
    
0.00/10.00
0 Point
No Ranking
0 Users

 

Services

 

No record found.

 

 

Products

 

No record found.

 

 

 

2020: BBC Membuat Prank Spaghetti Yang Menghebohkan Britania Raya

April Mop sudah tidak asing di telinga kita. Prank sudah menjadi rutinitas para youtuber yang kontennya kerap muncul di beranda youtube anak muda. Dari prank kecil yang mengundang gelak tawa hingga prank berbahaya yang mendapat kecaman dari warganet. Tak terkecuali, BBC pun turut membuat prank yang menghebohkan Britania Raya di kala itu.
Kebohongan media paling terkenal pada abad ke-20 itu disebut spaghetti-tree hoax atau tipuan pohon spaghetti. Suatu segmen berdurasi dua setengah menit ini disisipkan di akhir acara berita yang disiarkan di program acara ‘Panorama’ milik BBC tanggal 1 April 1957. Sang presenter dengan lihai menjelaskan tentang pertanian di Swiss yang menumbuhkan spaghetti di pohonnya. Para petani memanen spaghetti yang lembek itu untuk dijemur di bawah terik matahari pegunungan Alpen hingga mengeras. Pohon itu merupakan pencapaian para petani dari percobaan generasi ke generasi. Spaghetti yang tumbuh memiliki panjang yang sama, dan musim semi tahun ini merupakan panen besar. Mereka juga mengatakan jika hama pohon spaghetti telah menghilang.
Ratusan orang percaya jika pohon spaghetti itu asli, termasuk staff BBC. Salah satunya Direktur Jenderal BBC Sir Ian Jacob, ia dan istrinya sampai mencari di Ensiklopedia Britania hanya untuk memastikan jika hal itu tidak benar adanya. Banyak telepon berdatangan setelah segmen itu berakhir. Beberapa menanyakan tentang kebenaranya, tetapi kebanyakan dari mereka ingin tahu bagaimana cara menumbuhkan pohon spaghetti sendiri. Awalnya BBC tidak mengatakan jika itu kebohongan semata, dan pihak BBC pun menjawab “letakkan spaghetti di kaleng saus tomat dan berharaplah”. Entah berapa banyak orang yang sudah mencoba hal tidak masuk akal itu.
Pada tahun 1950-an spaghetti kebanyakan dijual di dalam kaleng beserta saus tomat. Dan kebanyakan orang tidak tahu banyak tentang asal-usul pembuatan spaghetti. Itulah mengapa masyarakat sangat mudah tertipu, walaupun pada akhirnya BBC mengakui jika itu hanyalah sebuah lelucon di bulan April.
Ide April Mop ini dilontarkan oleh juru kamera, Charles de Jaeger. Ia teringat saat masih sekolah ada seorang guru yang berteriak di kelasnya, “kalian sangat bodoh, bahkan kalian akan mempercayaiku jika aku memberitahu bahwa spaghetti tumbuh dari pohon.” Kebetulan, April Mop 1957 jatuh pada hari Senin, tepat hari dimana Panorama ditayangkan. Ia berpikir jika ia bisa melakukan beberapa syuting saat mengerjakan tugas lain di Swiss, dan editor Panorama, Michael Peacock pun menyetujuinya.
Jaeger mengambil lokasi syuting di sebuah hotel di pesisir danau Lugano. Jaeger membeli 20 pound spaghetti dan menggantungnya pada cabang-cabang pohon di sekitar danau untuk membuatnya tampak seperti pohon spaghetti. Jaeger juga mempekerjakan beberapa warga lokal untuk mengenakan pakaian adat Swiss dan berakting sedang memanen spaghetti dari pohonnya.
Peacock tidak memberi tahu atasannya di BBC jika segmen April Mop ini akan mengudara agar mereka tetap tidak tahu. Terbukti dengan kebingungan dari Sir Ian Jacob dan istrinya. Tipuan ini mengajarkan kita jika kita tidak mudah percaya semua yang kita lihat, sikapilah dengan sikap kritis agar tidak mudah jatuh dalam perangkap. Berhati-hatilah dengan apa yang didengar, dilihat, dan yang diucap.

2020: Peran API Teknik dalam realisasi Mimpi Teknik 2020-2024

Belakangan ramai di media sosial instagram terkait API Teknik yaitu Aliansi Perumus Isu Teknik, alinsi yang digagas berdasarkan keresahan-keresahan yang ada di fakultas Teknik Universitas Diponegoro. API Teknik dikoordinatori oleh Sospol BEM FT, yang anggotanya untuk saat ini adalah mahasiswa dari beberapa jurusan yang saat ini masih memanfaatkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) sebagai tempat kuliah di ranah Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Beberapa jurusan tersebut di antaranya Teknik Lingkungan, Teknik Geodesi, Teknik Komputer, Teknik Perkapalan serta beberapa jurusan diluar GKB seperti Teknik Industri dan Teknik Kimia yang dibantu oleh Senat Mahasiswa FT.
Isu yang dibawa adalah keresahan-keresahan yang ada di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Perkara yang sedang dikawal saat ini adalah permasalahan terkait perlunya gedung baru untuk beberapa jurusan yang menempati GKB. Mimpi Fakultas Teknik 2020-2024 ialah : pembangunan gedung 10 lantai untuk 4 Departemen (Teknik Geodesi, Teknik Lingkungan, Teknik Perkapalan dan Teknik Komputer), pembangunan Laboratorium/Studio untuk pengerjaan tugas akhir, akreditasi Internasional IABEE dan KAAB, peningkatan jumlah delegasi nasional dan internasional dan penyiapan infrastruktur Fakultas Teknik berkelas dunia.
“Kita sebagai mahasiswa bertanggung jawab atas kemaslahatan warga Fakultas Teknik, terkhusunya yang sekarang menimpa warga GKB. Modal awal yang ingin kami bentuk adalah kesadaran dan keresahan ini merupakan milik “Bersama”. Dari sini kita coba salurkan realita yang terjadi dari mahasiswa, khususnya warga GKB dengan cara seperti forum yang kemarin (27/9) dan penyebaran survey terkait permasalahan GKB. Setelah itu barulah kita mendapatan data dan akan dibentuk kajian komprehensif yang nantinya akan diadvokasikan kepada pihak dekanat,” ucap Ferdian Yusuf P. selaku anggota API Teknik saat wawancara kemarin (3/10).
Dikutip dari official account API Teknik, dapat dilihat melalui data bahwasanya kualitas dan kuantitas fasilitas cukup kurang. Namun, dengan minim dan kurangnya fasilitas yang dapat digunakan, mahasiswa GKB tetap mampu menorehkan prestasi yang banyak. Lantas dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh mahasiswa GKB, apakah sepatutnya mahasiswa GKB masih mendapatkan fasilitas yang kurang layak seperti ini? Keresahan ini sudah menemukan titik terangnya setelah dipresentasikannya “Mimpi Fakultas Teknik 2020-2024” pada Forum Sosialisasi Kenaikan Uang Kuliah Tunggal yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2019 lalu. Diharapkan untuk kedepannya pihak Dekanat Fakultas Teknik dan Rektorat Universitas Diponegoto dapat merealisasikan Mimpi Fakultas Teknik 2020-2024.

2020: Walau Patuh Protokol Kesehatan, Aksi Damai Tak Diizinkan Memasuki Area Kampus

Di tengah masa pandemi, polemik UKT belum kunjung berakhir. Beberapa pekan terakhir mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Suara Undip (ASU) terus menyalurkan aspirasi untuk meluapkan berbagai keresah, amarah, dan kekesalan mereka kepada kampus. Kamis (16/07), aksi massa yang dinamai dengan “Senja Widya Puraya” terpaksa dilakukan di luar rencana. Pasalnya aksi tidak diperbolehkan memasuki area kampus.
Dikarenakan hal di atas, aksi yang rencananya dilakukan pada pukul 13.00 WIB ini harus mengalami kemunduran jadwal. Diketahui masa mulai bergerak dari stadion menuju Undip sekitar pukul 15.00 WIB. Karena tertahan di bundaran Undip, mereka terpaksa melakukan aksinya di depan palang pembatas yang dijaga oleh beberapa satpam serta polisi yang bertugas menjaga keamanan.
Diperkirakan aksi damai yang tujuannya menyuarakan tujuh gugatan mahasiswa Undip (Tugu Masa Undip) ditolak memasuki kawasan dalam Undip karena wabah Covid-19. Padahal aksi tersebut telah direncakan secara penuh akan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tugu Masa Undip sendiri berisi tujuh poin tuntutan rasa kecewa mahasiswa utamanya mengenai pembayaran UKT secara penuh padahal tengah berada di masa pandemi. Walaupun aksi tak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Namun, aksi massa tersebut tetap dilanjutkan demi tetap tersalurkannya aspirasi mahasiswa.
Dikutip dari instagram “aliansisuaraundip” ada beberapa protokol kesehatan yang wajib diikuti oleh peserta aksi seperti penggunaan pakaian panjang, masker, sepatu dan lain sebagainya. Pembagian hand sanitizer (disemprotkan), sarung tangan, serta air minum kemasan juga dibagikan oleh panitia selama aksi berlangsung, tak lupa seruan pengingat untuk menjaga jarak dilakukan secara berkala.
Aksi damai yang berlangsung Kamis (16/07) sebenarnya dibungkus secara berbeda dari aksi aksi sebelumnya. Aksi damai ini dikemas dalam bentuk pementasan seni yang berisi berbagai kegiatan mulai dari pidato, pembacaan puisi, lantunan beberapa lagu yang diiringi alat musik bertemakan mahasiswa, serta pembuatan mural dilakukan oleh beberapa mahasiswa Undip dari berbagai angkatan yang dilakukan di bundaran Undip. Di penghujung acara, pemberian plakat serta surat undangan audiensi terbuka yang ditunjukkan ke rektor diterima oleh ajudannya karena sang rektor tidak dapat hadir tanpa alasan yang jelas. Aksi ini ditutup dengan menyanyikan lagu dari Efek Rumah Kaca yang berjudul “Di Udara” oleh segenap peserta aksi di sore itu.
Belum berhenti di situ, seruan aksi online dilakukan pada Jumat (17/7) pukul 17.00 WIB bertepatan pada hari Keadilan Internasional. Aksi online ini dilakukan dengan penggunaan twibbon dan caption yang diposting serentak pada sosial media pribadi mahasiswa. Twibbon dan caption ini dapat diunduh dari postingan OA Line Aliansi Suara Undip. Diharapkan seluruh mahasiswa Undip dari segala kalangan mengikuti aksi online ini agar suara kita makin didengar dan melenyapkan berbagai curahan pembelaan dari sang rektor.

2020: Depresi Besar Amerika “Tanpa Sengaja” Menciptakan Tren Pakaian Dari Bahan Karung

Depresi Besar (The Great Depression) atau yang biasa disebut "Krisis Malaise" merupakan krisis perekonomian yang pernah melanda Amerika pada abad 20. Peristiwa ini dimulai dari peristiwa “Black Tuesday,” yaitu peristiwa jatuhnya bursa saham New York pada tahun 1929. Indeks saham jatuh, tingkat pengangguran meroket, jutaan orang dibiarkan tanpa pendapatan, dan kejadian buruk perekonomian lain pun terjadi selama 10 tahun pada masa jabatan pemerintahan dipimpin oleh Herbert Hoover.
Walaupun mimpi buruk ini terjadi, masyarakat masih harus memberi makan keluarga mereka. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka pun harus berpikir kreatif. "Memperbaiki, menggunakan kembali, membuat, dan tidak membuang apa pun" merupakan moto selama era Depresi Besar. Pada saat itu, tepung, kentang, dan pakan ternak dijual dengan karung berbahan katun. Para wanita pun mulai mendaur ulang karung tersebut untuk diubah menjadi pakaian serta barang-barang rumah tangga. Karung pun diubah menjadi gaun, tirai, handuk, popok, dan lain sebagainya.
Akhirnya banyak pabrik yang menaruh perhatiannya pada hal itu. Mereka mulai mendekorasi karung mereka dengan pola-pola yang cantik. Pabrik pun menyewa desainer tekstil terbaik untuk merancang cetakan kain yang beragam. Terkadang karung juga memiliki pola potong untuk pakaian atau mainan anak-anak. Toko sembako pun berubah menjadi toko kain bagi masyarakat dalam waktu singkat.
Untuk membuat sesuatu yang “berbeda,” para ibu rumah tangga mengecat karung mereka dan melepas label logo pabriknya. Mereka juga mendekorasi gaun buatannya dengan menambahkan pita, kancing, hingga sulaman. Bahkan beberapa karung memiliki langkah-langkah cara mencuci label logonya dengan merendamnya dalam sabun atau minyak tanah selama semalaman. Bagi sebagian wanita, mengubah karung tepung menjadi pakaian menjadi sumber pendapatan.
Pakaian karung juga dapat digunakan kembali. Misalnya, ketika pakaian anak-anak sudah tak muat di tubuh mereka, pakaian mereka digunakan menjadi selimut serta sprei. Meskipun menggunakan bahan dasar karung untuk pakaian sangat populer pada masa itu, hal tersebut merupakan suatu "tanda kemiskinan". Sekitar 3,5 juta wanita dan anak-anak mengenakan pakaian berbahan karung tepung saat Depresi Besar melanda.
Pada tahun 1951, Marilyn Monroe membuat suatu “penghormatan” kepada era krisis tersebut. Wartawan pernah mengkritik tentang pakaiannya yang provokatif. Mereka menganggap Marilyn "murahan dan vulgar" dan menganggap karung kentang lebih cocok dikenakannya. Membalas tanggapan itu, Marilyn berpose memakai gaun dari karung pada pemotretannya. Alih-alih terlihat buruk dan gembel, ia tetap terlihat anggun walau dibalut dengan karung yang sudah robek dan cukup untuk membungkam wartawan yang menyindirnya.
Perang Dunia Kedua perlahan-lahan mengakhiri era Depresi Besar karena industri militer menyediakan pekerjaan dan bantuan ekonomi bagi jutaan orang. Tetapi, selama beberapa tahun singkat berada dalam kesengsaraan akibat Depresi Besar, para wanita menggunakan kecerdikan dan keterampilan mereka untuk memberikan sedikit warna dan gaya pada kehidupan yang membosankan dan menjemukan di masa itu. Mereka merupakan pahlawan yang dapat dicontoh untuk memaksimalkan kreatifitas diri yang ada demi kehidupan berhemat yang menyenangkan.

 

 

 

No record found.

 

 

 

 

No record found.

 

 

 

Anda harus login terlebih dahulu untuk melihat data ini.

You must login first to see this data.

 

 


Live Chat