• (022) 8788 2588

Belajar SEO – Pemahaman Dasar

 

  • Published by superadmin
  • 01/06/2015 09:39:26 WIB
Penulis: Mahardika

Mahardika merupakan praktisi SEO Analyst, memiliki minat terhadap marketing digital, senang melakukan analisa dan uji coba metode. Kemampuan optimasinya sama baiknya dengan kemampuannya melakukan analisa situs, Mahardika lulus uji sertifikasi Google Analytics pada usia 21 tahun. Mengawali 'branding' dirinya pada forum KASKUS sebagai konsultan SEO gratis, seiring dengan kesuksesan kliennya, kini Mahardika berkarir pada salah satu perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia.

Twitter: @IDmahardika
Kaskus: mahardhieka


Apa itu SEO? 

SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimize, dan saya sendiri yakin kalau diawali artikel ini dengan uraian seperti itu akan membosankan, gagal paham, salah praktisi, tersesat pada cara yang salah dan berakhir pada penyesalan. Ya, saya berani menyatakan bahwa praktisi SEO di Indonesia masih cukup banyak yang salah dalam mengoptimasi situs ke mesin pencarian.

Ok, izinkan saya mengenalkan diri sebelum lebih jauh. Saya Mahardika, seorang praktisi SEO Analyst, bekerja pada salah satu perusahaan asing, terletak di Bintaro, memiliki penghasilan pokok '2 digit', bertanggung jawab pada optimasi mesin pencarian situs anak perusahaan pada perusahaan saya bekerja. Perlu diketahui, bahwa 98% konversi yang terjadi pada perusahaan saya terjadi pada situs atau daring (online), pada Juli tahun ini, terhitung 1 tahun saya bekerja disini.

Paragraf diatas, bukti pernyataan saya dapat dipertanggungjawabkan jadi, mari disimak baik-baik mengenai pengertian SEO dan cara yang benar untuk melakukannya. SEO diperlukan oleh pihak pengusaha sebagai media pemasaran dengan tujuan konversi, ini yang masih salah diartikan, benar memang dengan terdaftar sebagai 5 besar di halaman pertama mesin pencarian dengan kata kunci yang banyak dicari akan mendatangkan banyak pengunjung. Tapi apakah praktisi SEO yang bertanggung jawab bila pengunjung yang datang ke situs tidak menjadi konversi? Ok mari saya jelaskan lebih lanjut.

KPA (Key Performance Area) para praktisi SEO itu hanya dari mesin pencarian hingga ke situs, setelah di dalam situs, para penganalisalah yang bertanggung jawab, penganalisa disini yang akan mengarahkan desainer situs, pengelola konten, dan pemogram situs. Jadi, SEO itu cangkupannya sudah jelas yaitu mesin pencarian, sedangkan dalam situs adalah cangkupan penganalisa. Benar memang, SEO itu dibutuhkan kemampuan untuk mengoptimalkan internal situs baik teknis maupun non teknis, nah hal ini merupakan lapangan yang berbeda dengan penganalisa. Mari saya permudah lagi pengertiannya.

SEO yang bersifat on site, memiliki cangkupan kelengkapan konten, atribut program situs, dan struktur tautan tapi tujuannya adalah mengoptimasi situs tersebut ke mesin pencarian berbeda dengan penganalisa yang memiliki cangkupan lebih kompleks yang bertujuan untuk memaksimalkan konversi dalam situs. Secara ringkas, peluang yang dapat dimaksimalkan disini adalah memiliki praktisi yang memiliki kedua kemampuan tersebut, untuk nama jabatan tersebut adalah SEO Analyst yang juga masih salah diartikan sebagai penganalisa SEO, namun jabatan tersebut arti sebenarnya ditujukan sebagai praktisi SEO yang juga sebagai penganalisa situs.

Sekarang, apa yang sudah kita dapat? Latar belakang SEO dan Penganalisa situs, sekarang saya akan uraikan bagaimana cara SEO itu bekerja, dan siapa sih yang pantas menjadi praktisi SEO tersebut. SEO itu bekerja sebagai orang yang memastikan halaman / konten / situs yang dioptimasinya sudah sesuai dengan kriteria baik yang diajarkan oleh dokumentasi masing-masing mesin pencarian, SEO juga sebagai praktisi yang mencari dukungan untuk halaman / konten / situs yang dioptimasi, dukungannya berupa tautan secara alami, ini akan kembali ke kualitas konten dan kecerdikan seorang SEO melakukan penyesuaian kata kunci dengan konten yang dioptimasinya. Disamping tautan yang didapat secara alami (rujukan), praktisi SEO juga dilegalkan untuk mendapatkan media dukungan untuk situs yang dioptimasinya. Sampai sini saya akan terjemahkan dengan cukup rinci:

Penyesuaian kata kunci dengan halaman optimasi


Anda mencari baju murah di mesin pencarian. Muncul situs contoh.com dengan tautan ke halaman "beranda", anda mencari celana murah di mesin pencarian, muncul kembali situs contoh.com dengan tautan yang sama yaitu ke halaman "beranda". Ini merupakan tindakan yang salah, praktisi SEO bertanggung jawab untuk menemukan pengunjung dengan situs yang dioptimasi dengan tepat. Contoh nyata, bila anda mencari "Harga Mobil Brio" di mesin pencarian, satu diantara hasilnya adalah jakartahonda.com dengan tautan ke halaman "harga mobil brio", sedangkan jika anda mencari "Harga Mobil HRV" di mesin pencarian, satu diantara hasilnya adalah jakartahonda.com dengan tautan ke halaman "harga mobil HRV". Begitu juga dengan pencarian harga mobil honda lainnya, inti sari dari praktik ini adalah SEO yang benar menghantarkan pengunjung dengan informasi yang dicarinya. Jika anda menduga jakartahonda.com itu berupa promosi, benar memang jakartahonda.com itu satu dari portofolio saya. 

Tips untuk mengoptimalkan halaman:

Beranda dioptimalkan sebagai halaman identitas, bukan sebagai halaman konversi. Sekarang saya ingin bertanya, berapa banyak orang yang membeli suatu barang melalui halaman beranda? Sebagian besar orang akan pergi ke kategori suatu produk, untuk membeli produk yang dia inginkan. Lalu, apakah beranda tidak menjual? Tetap bisa kok menjual, saya sudah menyebutkan beranda sangat tepat dijadikan halaman identitas. Jika saya seorang supplier, saya tidak ingin membeli suatu kebutuhan bahan material ke supplier lagi, saya ingin beli langsung ke pembuat, untuk meringkas dana dan waktu produksi. Contoh "Smoking Lounge Manufacturer".

Siapa yang pantas jadi praktisi SEO?


Ok, sebenarnya siapapun pantas untuk melakukan optimasi mesin pencarian, namun menurut saya, orang yang akan lebih mudah memahami SEO merupakan orang – orang yang berlatar belakang teknik informatika, karena sebelum lebih jauh anda harus tahu bagaimana cara mesin pencarian bekerja, karena algoritma yang dibutuhkan tidak sekedar Algebra, melainkan pemahaman cara mesin pencarian menemukan dan memantaskan suatu halaman untuk terindeks pada halaman pertama. Disamping itu, praktisi SEO mutlak rajin menulis, dan kaya kosa kata, dengan menulis secara tidak langsung otak akan merangsang pandangan sebagai pembaca dan kita akan berpikir apakah yang tertulis sesuai dengan yang di inginkan pembaca? Praktisi SEO juga harus pandai untuk mengetahui bagaimana karakter suatu kata, apa sih kata yang bersifat musiman, apa sih kata yang bersifat menjual, apa sih kata yang mendatangkan banyak visitor. 

Contoh anda sedang menjual baju batik. Berikut sebagian kecil strategi kata kunci yang dapat anda gunakan.

Tema: Baju Batik.
  • Kata kunci yang banyak dicari dan relevan dengan tema: Model Baju Batik & Kebaya Modern.
  • Kata kunci yang bersifat menjual: Baju Batik Murah, Grosir Baju Batik, Baju Batik Couple, dsb.
  • Kata kunci yang bersifat musiman: Baju Batik Sarimbit.

Cara Menerapkan kata kunci ke dalam situs:

Kata kunci yang sering dicari, "Model Baju Batik" maupun "Kebaya Modern" memiliki karakter kata kunci sebagai informasi, kata kunci ini sangat baik untuk dijadikan blog misalkan "Model Baju Batik yang sangat dicari". Dibenak anda, mungkin akan ada pertanyaan, lalu menjualnya dimana? Disini penganalisa situs berperan untuk mengatur strategi pada konten, misalkan pada sesi penjelasan batik sarimbit, penganalisa bekerja sama dengan desainer agar membuat suatu highlight berupa Call to Action ke kategori produk mereka yang menjual batik sarimbit, dan terjadilah penjualan.

Kata kunci yang bersifat menjual, "Baju Batik Murah" memiliki karakter promosi, sudah sangat tepat bila kata kunci ini diterapkan pada halaman promosi, dimana halaman tersebut menawarkan katalog produk produk yang sedang promosi.

Kata kunci yang bersifat musiman, "Baju Batik Sarimbit" merupakan frase yang memiliki karakter musiman, karena sarimbit merupakan suatu model dari baju batik dan tentunya di dunia fashion model akan selalu berganti. Tapi bukan berarti ini tidak menjual, ini sudah tepat diarahkan ke halaman kategori "Baju Batik Sarimbit" pada situs anda.

Bagaimana memulai belajar SEO?


Langkah yang sangat tepat untuk belajar SEO dimulai dari dokumentasi mesin pencarian, seperti Google dengan Google Search Console (dulu, bernama Google Webmaster Tools) atau Bing dengan dokumentasi webmasternya. Hal ini sederhana namun sering luput pada pemikiran kita untuk dipelajari. Sebenarnya, seluruh praktik yang benar itu sudah di dokumentasikan, hanya saja kita terlalu malas untuk mempelajari hal yang cukup rumit dan beralih ke hal yang ringkas, misalnya menggunakan aplikasi pembangun backlink mungkin, situs anda akan mudah naik ke halaman pertama dalam 1-2 Bulan, lalu pergi untuk selamanya karena penalti.

Apa saja sih yang sebenarnya salah dalam SEO?


Sebenarnya, untuk mengulik ini akan membutuhkan berlembar-lembar, namun saya mengindeksnya menjadi ringkasan yang menurut saya sering dilakukan kesalahan tersebut.
  • Mengoptimasi satu halaman dengan kata kunci yg tidak relevan, jadi semua kata kunci di optimasi tuk satu halaman.
  • Mengoptimasi kata kunci produk sebagai pencarian lokal. Misalnya saya cari "Dealer Mitsubishi Jakarta" yang muncul dealermistubishijakarta berikut dengan peta-nya. Hal ini melanggar ketentuan dan sangat besar kemungkinannya akan terhapus.
  • Menggunakan aplikasi untuk mendapatkan backlink. Well, saya enggak akan terlalu panjang disini, karena hal yang instan memiliki efek samping berbahaya, sebagaimana mie instan ;-)

Ok, pada akhirnya kita berujung pada artikel ini. Intisari yang teringkas untuk kalian pahami antara lain, Apa sih SEO?, Bagaimana sih SEO?, Siapa sih SEO?, ketiga hal ini merupakan pemahaman dasar untuk belajar dan mengenal SEO lebih lanjut.

Ini adalah Guest Post
Disclaimer: Pendapat dan pernyataan yang dibuat dalam artikel tamu ini adalah dari penulis dan bukan dari Projects.co.id (PT Panonpoe Media) secara keseluruhan. Hak cipta tetap dengan penulis dan kewajiban yang berkaitan dengan pelanggaran hak kekayaan intelektual tetap dengan mereka. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian atau representasi. Penulis mengijinkan Projects.co.id untuk membagikan tulisan ini dengan tetap menyertakan nama penulis.


Comments