• (022) 8788 2588

Rahasia Kotor Dibalik Rating Freelancer

 

  • Published by WiroHardy
  • 14/12/2015 08:56:27 WIB

Berdasarkan hasil survey kecil-kecilan, sebagian besar project owner (pembeli service termasuk project owner) --demi keamanannya sendiri-- selalu mengikuti 3 (tiga) aturan penting:

  1. Menitipkan pembayaran ke Projects.co.id (alias tidak mentransfer langsung ke worker/freelancer);
  2. Hanya meng-accept work ketika pekerjaan benar-benar sudah selesai;
  3. Hanya berkomunikasi melalui situs Projects.co.id.


Namun sebagian kecil tidak. Terus terang, kami miris mendengar curhat sebagian kecil project owner ini. Dan yang menyedihkan: kami tidak dapat berbuat apa-apa. Atau lebih tepatnya: tidak banyak yang dapat kami lakukan.

"saya sudah transfer ke worker, tapi dia cuman mengulur-ulur waktu, sampai sekarang tidak juga dikerjain"

"Parah. Saya bantu dia accept work duluan agar dia bisa tarik dulu uangnya dari Projects.co.id karena katanya dia butuh banget, sekarang saya minta bantu beresin sisa kerjaan yang hanya tinggal 20% aja susah banget!"

"..."


Mengapa sebagian kecil project owner tidak mengikuti tiga aturan penting diatas bahkan untuk keamanannya sendiri?

Jawabannya sederhana: RATING FREELANCER.


Rating freelancer yang fantastis membuat Anda PERCAYA...


Umumnya (tidak semua) karena sebagian kecil project owner terbius dengan rating worker/freelancer tersebut.

"Oh, gpp, freelancer ini ratingnya 9 of 10"

"Freelancer ini sudah mengerjakan 15 project di Projects.co.id dengan rating nyaris sempurna"

"Saya sudah pernah kerja sama bareng freelancer ini sebelumnya kok, lancar waktu itu..."

"Dia sangat meyakinkan, dia bahkan memberikan nomor hp pribadinya"

"Dia orang yang sangat menyenangkan dan gampang dihubungi kapan saja"

"..."


Terlepas dari fakta bahwa rating adalah salah satu indikator terbaik dalam memilih freelancer, kami harus katakan:

JANGAN!


Anda mungkin bertanya: kenapa?

Dan jawabannya adalah... PRIORITAS!


Ketika Anda melanggar terutama 2 aturan pertama diatas, well, Anda tidak lagi menjadi prioritas bagi lawan transaksi Anda.

"Oh maaf, saya sedang tidak enak badan..."

"Oh belum ya, segera saya kerjakan, saya sedang sibuk banget"

"Wah tidak bisa gan, saya sudah konsentrasi penuh di project lain"

"..."


Di dunia ini, tidak ada orang yang tidak mempunyai waktu untuk melakukan apapun!


"Saya tidak sempat makan siang"

Ketika dokter memvonis jika Anda tidak makan siang lagi, lambung Anda akan robek dan Anda akan mengeluarkan banyak biaya (dan lebih buruk lagi: selamat tinggal, dunia), tiba-tiba Anda menemukan Anda memiliki segala waktu yang dibutuhkan untuk sekedar makan siang.


"Saya tidak sempat mengurus laporan pajak"

Ketika surat panggilan dari kantor pajak datang, tiba-tiba Anda memiliki waktu (dan mungkin juga energi) untuk "membereskan" laporan tersebut sebelum deadline.


Ketika Anda melakukan pembayaran langsung ke worker (yang seharusnya Anda titipkan dulu ke Projects.co.id) dan/atau ketika Anda memutuskan untuk meng-accept work yang sebenarnya belum 100% selesai, sengaja atau tidak, Anda telah menyebabkan pergeseran prioritas.


Sistem Projects dirancang agar Anda sebagai project owner menjadi prioritas sang freelancer, dan sebaliknya Anda sebagai freelancer adalah prioritas bagi project owner.


Sudah pasti tidak semua worker begitu, tapi mengapa Anda perlu mengambil resiko yang tidak perlu ini? Mengapa Anda perlu membahayakan uang Anda dan menempatkan penyelesaian project Anda dalam resiko? Dan mungkin salah satu yang paling penting: mengapa Anda perlu menempatkan EMOSI Anda dalam taruhan? Well, Anda tidak perlu.


Yang sering kali kita lupakan adalah bahwa terlepas dari semua hal, terkadang SISTEM-lah yang membentuk kita seperti apa adanya kita sekarang. Ketika sistem dibypass, kita menjadi someone different.



To your success,

Salam dari rekan-rekan di Projects.co.id

P.S: Judul tips ini juga bisa "Rahasia Kotor Dibalik Rating Project Owner/Service Buyer", karena berlaku juga sebaliknya!

Comments